BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Tahukah bahwa sekitar 1,3 juta orang meninggal di dunia setiap tahun akibat kecelakaan lalulintas? Sementara antara 20 – 50 juta orang menderita luka-luka hingga cacat akibat mengalami kecelakaan jalan raya.

WHO (World Health Organization) merilis bahwa 90% kecelakaan yang menyebabkan kematian diderita oleh orang-orang berpenghasilan rendah dan menengah. Ironisnya, kembali data WHO menyatakan bahwa 48% korban meninggal akibat kecelakaan adalah orang-orang berusia muda 15 – 44 tahun.

Fakta lainnya menggambarkan bahwa laki-laki lebih banyak terlibat kecelakaan jalan raya dibandingkan perempuan. Setengah dari mereka yang meninggal akibat kecelakaan tidak lain adalah para pengguna jalan rentan: pejalan, pesepeda, dan pengendara motor. Lalu bagaimana dengan kondisi Indonesia?

Safety DrivingBerdasarkan data-data dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di atas, sejak tahun 2011 – 2014 jumlah kasus kecelakaan di Indonesia melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan. Jumlah kematian terbanyak terjadi pada 2011 dengan 31.195 orang, artinya setiap hari terdapat 85,5 orang tewas per hari atau setiap jam sekitar 3,6 orang mati.

Tahun 2012 dengan jumlah kecelakaan tertinggi menyebabkan kerugian materi tertinggi (Rp 298.627 juta), pula. Setelah melihat tingginya angka-angka di atas, situs otomotif Indonesia, mobil123 dan otospirit berupaya memberikan beberapa tips kepada para pengemudi mobil di Indonesia agar jalan raya menjadi lebih selamat, aman dan tertib, di mana akhirnya mampu mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas, via talk show bertema “Safety Driving”.

“Kami sadar bahwa banyak faktor menjadi penyebab kecelakaan dan banyak pihak atau hal harus dibenahi, namun kali ini kami menyoroti pengemudi kendaraan bermotor dengan memberikan beberapa tips penting dalam mengemudi seperti patuhilah rambu-rambu lalulintas, jangan mabuk atau di bawah pengaruh Narkoba, selalu memakai seatbelt, tidak mengoperasikan handphone,” ,” ujar Syubhan Akib, Redaktur mobil123. *

LEAVE A REPLY