BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Menyikapi jumlah kecelakaan di jalan raya yang terjadi setiap hari dan menimpa hampir segala usia dan menyebakan puluhan ribu manusia tewas setiap tahunnya, kita selalu berpikir bahwa penyebabnya adalah ketidak-tertiban berlalu-lintas dari para pengguna jalan, ini benar adanya. Pertanyaannya bagaimana kita sebagai pengemudi menyikapinya hingga kita bisa kembali ke rumah dengan selamat dan menjumpai anak-anak dan keluarga tercinta?

Ingat, Mengemudi merupakan sebuah aktivitas multi-tasking, Jalan raya sebuah fasilitas bersama dan nyaris tidak terbatas, siapa saja ada di sana: anak-anak, orang buta, orang gila, orang yang sedang stress bahkan orang mabuk dapat saja ada di sana. Saat yang sama mereka bisa saja disekeliling anda yang sedang mengemudi dengan tertib, mereka bisa dimuka, samping atau di belakang Anda.

Jusri Pulubuhu selaku pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, ada dua faktor penting yang harus dijaga oleh para pengemudi yaitu Fokus dan Mengerti. Dua hal ini menjadi kunci utama keselamatan Anda di jalan raya.

Fokus

Pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar dan pengemudi tidak stress.

Tinggalkan segala masalah (mental & fisik) saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor, sesuatu terkait fisik (sakit, keseleo, dll) akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. Masalah Keluarga/Pekerjaan/Finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, saat ini kualitas safety Anda akan segera menurun!!

Upayakan dengan maksimal untuk fokus dengan tugas mengemudi, hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi.

Mengerti

Melihat tidak selalu linear dengan MENGERTI. Indikasi mengerti salah satunya, tidak mengerem mendadak, tidak melakukan manuver mendadak, tidak kaget atas kejadian yang ada dimukanya, pergerakan kendaraan walaupun tidak terlalu pelan selalu halus, bagi penumpangnya mereka merasa nyaman dikemudikan si pengemudi.

Pada bagian mengemudi defensive, mengerti adalah tindakan antisipatif. Ketika indera mata melihat sesuatu, maka pahami objek tersebut. Semisal mata melihat anak kecil di bahu yang ada di bahu jalan 50 meter di muka, pahami ia hanya seorang anak kecil yang dapat bergerak atau memutuskan sesuatu dengan seketika tanpa berpikir panjang, bahkan menyeberang seketika melintasi badan jalan dimuka Anda tanpa menghiraukan sesuatu yang buruk dapat terjadi.

Pengemudi yang selalu mengutamakan keselamatan, selain tertib berlalulintas ia memiliki PATTERN mengemudi antisipatif, selalu mengecheck kaca-kaca spionnya kemudian mengerti apa yang tertangkap dengan matanya, mematikan situasi belakang atau samping aman sebelum ia melakukan keputusan sebuah manuver.

Saat bahaya dimuka muncul, sebelum mengambil keputusan mengerem atau menghindar, tindakan pengemudi yang memahami ia berada dimana adalah memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak, barulah keputusan terbaik dilakukannya, ini adalah indikator MENGERTI! *

LEAVE A REPLY