BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Karawang – Bridgestone juga merekomendasikan para pengendara untuk memeriksakan kondisi tekanan udara ban mereka secara rutin sekali sebulan dan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Tekanan udara ban sebaiknya diatur sesuai rekomendasi dari pabrik ban tersebut yang biasanya tertera pada sisi luar ban tersebut atau buku.

Ban kurang tekanan angin kerap kali bukan menjadi hal yang diperhatikan oleh pengendara mobil. Namun, hal yang fatal bisa saja terjadi akibat dari kurangnya tekanan angin pada ban.

Herry Maylanda, Training Manager, Training and Legal Standard Dept PT Bridgestone Tire Indonesia memberikan gambaran bagaimana hal yang fatal bisa terjadi karena kurangnya tekanan angin pada ban. Prosesnya dimulai dari tingkat panas pada ban.

IMG_0786“Yang paling fatal, ketika ban kurang angin, pada saat berjalan, pembangkitan panasnya jadi lebih tinggi,” ujarnya.

Herry juga menegaskan musuh ban adalah panas. Jika terus terkena panas, ban akan lebih mudah rusak. “Nah, bayangkan kalau speed kita tinggi, maka peningkatan panas pada ban juga menjadi lebih signifikan. Itulah yang menyebabkan ban rusak pada saat dipakai. Bahkan, dinding sampingnya ada yang sampai meleleh.”

Tekanan angin yang rendah pada ban membuat sisi ban lebih dekat ke jalan sehingga akan lebih mudah aus. “Kalau tekanan angin pada ban rendah, maka kedua sisi ban akan cepat aus sehingga umurnya tidak maksimal. Itu kalau ban yang kita pakai kurang tekanan angin,” tuntasnya. (Alan)

LEAVE A REPLY