BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta –¬†Kendaraan merupakan¬†indikator kemajuan sebuah bangsa karena semua negara membutuhkannya, bahkan telah menjadi kebutuhan mutlak. Di banyak negara, penjualan di industri otomotif menjadi salah satu indikator, bergerak atau tidaknya perekonomian di suatu negara.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura, Indonesia masih membutuhkan banyak kendaraan untuk transportasi, karena itu pasar otomotif Indonesia masih sangat potensial.

Menteri Perindustrian Saleh Husin yakin, Indonesia mampu menjadi basis produksi pabrikan otomotif dunia. Bukan hanya sebagai negara tujuan pemasaran, sebaliknya produksi mobil dan sepeda motor nasional dapat berorientasi ekspor.

Para perusahaan otomotif pun terus didesak untuk memperbanyak membangun pabrik mesin dan komponen serta bukan sekadar perakitan. Menperin mengakui, dalam setiap kesempatan bertemu dengan pimpinan puncak otomotif yang memasarkan produknya di Indonesia, pihaknya terus meminta peningkatan investasi.

“Pendekatannya beragam, kadang saya sindir, saya goda, juga saya tawarkan dengan memaparkan fasilitas fiskal dan non fiskal. Bahkan saat ke pabrik beberapa merek di Jepang, kita terus terang bilang ‘jangan tanggung-tanggung berbisnis otomotif di Indonesia’,” sebut Saleh Husin,¬†usai berkeliling meninjau Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di Jakarta.

“Pemerintah sudah serius, jangan sampai momentum baik ini dilewati mereka dan justru diambil kompetitor,” tegasnya.

Husin berharap, pelaku usaha melakukan identifikasi lapangan secara lebih akurat terhadap selera pasar domestik maupun global yang semakin kritis, terutama pada aspek kualitas, harga, dan pelayanan purna jual. (Alan)

 

 

LEAVE A REPLY