BAGIKAN

Modifikasi Toyota FT 86 – Karena produk aftermarket FT sangat banyak membuat modifikasinya enggak mengalami kesulitan.

Tak bisa terbantahkan bahwa Intial D, film animasi Jepang itu memang membuat pamor Toyota Corolla Trueno begitu bersinar terang. Sedan fastback 2 pintu yang lebih dikenal dengan sebutan AE86, kode bodi Corolla produksi 1985-1986 itu di identifikasi sebagai pengantar tahu dan juga jagoan drift ilegal di kaki gunung Akina. Tokoh utamanya seorang pemuda bernama Fujiwara Takumi menjadi klimaks diantara skillnya dalam mengemudi dan style drift yang begitu mumpuni. Namun siapa sangka dibalik itu, the drift king, Keiichi Tsuchiya berada dibalik tokoh Takumi yang merefleksikan masa mudanya yang doyan ngebut dengan AE86 a.k.a Hachi Roku menjadi titik balik 86 sebagai sebuah legenda.

Ya, ketenaran Hachi-Roku tidak lekang walau hampir 30 tahun usianya, bahkan saat ini Toyota sukses berkaloborasi dengan Subaru merenkarnasi Corolla berpengerak roda belakang ini menjadi lebih modern. Dengan tetap mengusung nama besar AE86, FT86 meneruskan tradisi sedan sport compact itu. Bentuknya tidak mengotak dengan punggung bongkok atau fastback, melainkan real sport car dengan moncong panjang dengan karakter buritan agresif. Mulai diperkenalkan khalayak dunia 2012 lalu, speed antusias begitu menyukainya. Bahkan tuner-tuner dunia telah membuat konsep produk aftermarketnya untuk FT86 terbaru ini. Dan benar saja, sahabat kami asal kota Surakarta, Solo menjadi salah satu buktinya, bagaimana Ia membangun tunggangan barunya hingga mencapai titik maksimal. Faster, fashionable dan good handling menjadi konsep utama FT86 street racing racikannya.

“Karena produk aftermarket FT sangat banyak membuat modifikasinya enggak mengalami kesulitan,” terang Dicky Hendarto, punggawa bengkel C3 yang bermarkas di Jl. Cut Nyak Dien, Solo, Jawa Tengah. Jika di telusuri lebih dalam, terdapat 80 item perangkat aksesori yang terinstal di FT berkelir putih ini. Dari eksterior yang mengintegrasikan konsep street racing tergurat dengan jelas dari body kit yang diaplikasinya. Untuk menjebatani kesan ‘kencang’ itu, Dicky menyematkan perangkat penambah daya dengan pemasangan rumah keong atau turbocharger di mesin boxer 2.0 liter itu.

Pernyataan Dicky yang mengucapkan produk aftermarket FT banyak di pasaran tidak dibarengi waktu delivery yang cepat. Dan itu membuat kesulitan tersendiri buat Dicky. Bahkan Dicky mengatakan, “Butuh waktu 1 tahun untuk membuat FT seperti ini, yang
paling lama menunggu perangkatnya sampai ke bengkel.” Awal langkah modifikasi yang dilakukannya dimulai dari sektor eksterior. Sebab, transformasi visual merupakan bagian yang cukup mudah soalnya skema body kit aftermarket bold on enggak harus merubah struktur asli FT lansiran 2013 ini untuk membuat Hachi-Roku makin macho. “Kebetulan FT86 saya sudah paket body kit dari TRD jadi hanya penambahan carbon di beberapa panel eksterior maupun interior ,” tambah cowok kelahiran Solo, 22 Desember 1976.

Beberapa bagian bumper lansiran TRD yang memang menciptakan nuansa sporty ditambah ‘garnis’ berupa lips spoiler bermotif carbon. Belum lagi dengan kap mesin dengan bobot ringan khas material carbon juga diaplikasi bos bengkel C3 ini. Dengan label Ken Performance, tampilan sport car asal Jepang ini berubah drastis. Kap mesin yang ‘mancung’ itu diberi guratan garis landai di permukaanya, hal itu mewakili sebagai tunggangan kencang menjadi lebih ketara. Tak sampai disitu, kebrutalan mobil berplat no. B 87 CCC itu juga tersirat pada kap bagasi belakang dan juga atap mobil yang memiliki kembaran dengan nama Subaru BRZ itu. Dua panel itu berlebel Jericho carbon yang sekilas mirip body kit Varis, Jepang mengvisualkan pemiliknya tidak main-main dengan setiap detail ubahannya. Tommy Kaira, saya lihat bentuknya sangat sporty maka dari itu saya pesan langsung ke Jepang dan saya pasang di mobil saya dan hasilnya…, sangat keren,” penilaian Dicky terhadap tunggangannya.

Detail yang kecilpun menjadi prioritas Dicky agar tampilan FT miliknya berbeda dengan yang lain. Hingga Ia rela berburu stoplamp sampai negeri Sakura untuk mendapatkannya. “Beberapa waktu yang lalu saya ke Singapore untuk lihat pameran otomotif, disana ada stand Vertex dan ada produk terbaru untuk stoplamp FT namun sayang barangnya out of stock. dan akhirnya saya uber untuk order ke Jepang,” bilang cowok ramah ini. Desain stoplamp yang lebih futuristik dengan garis smoke white memang membuat bokong FT lebih sporty. Belum lagi ornamen pemanis aksesoris seperti fin fender TRD yang lebih mirip seperti ‘insang’ ini juga di bumbui aksen carbon yang sama seperti bagian yang lainya.

Dibalik kap mesin karbon tersebut tentu Dicky enggan untuk membiarkan 4U-GSE terbiarkan seadanya. Peningkat daya terinplan di mesin boxer 2.0 liter berspek N/A itu dengan basis force induction via turbocharger. Sistem kompresi tenaga dari turbin dan kompresor ini dipilih Dicky untuk mendapatkan tenaga instan dari turbocharger kit GReedy T518. Paket bold on yang memang diperuntukkan FT ini tidak mengubah struktur mesin boxer yang memenuhi engine bay atau ruang mesin FT itu. GReedy turbo charger kit mempersiapkan beberapa perangkat seperti rumah keong, pendingin intercooler, pipi jalur intercooler yang memberikan kemudahan tuner dalam pemasangan. “Untuk pemasangan turbo saya kirim mobil ke bengkel Jakarta supaya hasilnya lebih maksimal,” terang Dicky.

Dalam meningkatkan performa mesin hingga titik maksimal, turbo tidak dapat bermain sendiri. Sistem gas buang juga turut dicermati. Exhaust system digunakan dengan merek yang sama dengan turbocharger agar hasilnya dapat optimal. “Untuk muffler awalnya kita pakai Amuse Titan, karena suaranya terlalu loud (keras, red) kita ganti yang lebih ramah pakai HKS spec L. Namun pas pakai Turbo GReedy saya pakai muffler Brand yang sama agar hasilnya optimal, disamping itu paket bold onnya juga termasuk header jadi biar gampang,” jelas lulusan Hospitality Management William Blue Sedney itu. Dengan internal mesin yang masih standar, Dicky tetap bermain aman dengan settingan boost turbo cukup di angka 0.6 bar. “Dengan tuning seperti ini horse power naik di angka 298 HP, dan masih bisa dikejar hingga 330 HP,” lanjutnya lagi.

Kemampuan mesin yang meningkat hingga 50% ini tentu menuntut sistem suspensi dan kaki-kaki yang lebih mumpuni. Sistem deselerasi ditingkatkan dengan kaliper 6 piston dari Brembo. Di luar sistem pengereman itu, velg ultra ringan asal Amerika, ADV. 1 dengan ukuran 19×8.5+10.5 inci dan dibalut ban Michelin membuat tampilan kolong fender lebih berkelas. Apalagi opsi rebah dengan subtitusi suspensi standar dengan BC Coilover yang dapat diatur ketinggiannya sesuai dengan jarak aman velg dan fender. “Setelah ngerjain eksterior, baru pilih velg. Untuk pilihannya kita pakai ADV1 5.0 MV1 SL yang mempunyai bobot super ringan,” imbuh Dicky.

Sisi interior tidak berbeda jauh dengan takdir yang terjadi pada eksterior. Pemanis khas tunggangan ‘racing’ dengan ornamen carbon juga terjadi di kabin. Dashboard Ken Performance berkaloborasi dengan indikator Defi dan Autocraft. “Untuk interior kita pasangin indikator Defi dan dudukan Autocraft soalnya liat di majalah Jepang Defi dan Autocraft paling rapih,” ujarnya. tampilan luar dalam memang perfect menurut penilaian kacamata penulis, namun tidak bagi Dicky. Tunggangannya belum berakhir di bengkel modifikasi untuk saat ini dan kabarnya, beberapa minggu nanti tuner dari Jakarta datang ke Solo. For what? “Bulan depan kita mau up grade mesin lagi, kita panggil teknisi dari Jakarta untuk pasang Ecutech dan final gear berikut setting ulang untuk ngejar 330 HP. Waktu 298 HP kecepatan 160km/jam gampang banget bagaimana klo 300 +, harus cari jalan kosong,” pungkasnya. Dare to drive?

Spesifikasi

MOBIL Toyota FT86 TRD 2013 | PEMILIK Dicky Hendarto | MESIN Greddy Turbo Kit T 518, Greddy Inter Cooler Pipe, Greddy Inter Cooler, Greddy Equal Exhaust Manfold, Greddy Airinx Intake, Greddy Down Pipe, Greddy Oil Pan, Stainless Over Pipe, Stainless Front Pipe, Greddy Ver.2 Cat Back Mufler, Samco Sport Radiator Hoses, Sard Breather Tank, Custom Bracket Alumunium, Sard Reserve Tank Bolton Kit N 6, Sard Silicone Hoses, HKS M 45 Hl Spark Plug, HKS Circle Earth, HKS Oil Filter, HKS Blow Off SSQV IV, HKS Gold Fin, Cusco Power Member Brace, Cusco Carbon Strutbar With Brake Cylinder, Cusco Batteray Tie, Cusco Oil Catch Tank, Braided Hose Oil Breather Inlet-Outlet, Toda Pulley Box, Carbon Fuse Box, Carbon Intake Manifold Cover, Carbon Alternator Pulley Cover, Carbon Aircon Pulley Cover, Defi Turbo Blanket, Defi Titanium Exhaust Wrap, Defi Heat Shield For Motor Fan, Custom Intake Heat Shield, Braided Vacum Hose From Turbo Wastegate, Nishimoto Transmission Cooler, Dastek Q+, Dastek Unichip Rotary Slector, Dastek Boost Solenoid Driver, Carbon Engine Cover Password JDM | EKSTERIOR Body Kit TRD Carbon, Tommy Kair wing Spoiler, Carbon Hood Ken Performance Roof Carbon Jericho, trunk carbon Jericho, Vertex Tail Lamp, Cusco Towing Hook, Fender Finn Carbon TRD, Cusco Antena, custom Cutting Sticker Greddy Turbo, Emblem Carbon Grazio Eco, DS HID Lamp 6000k | INTERIOR Carbon Ring A/C, Carbon Stering Wheels Autocraft, Carbon Dashboard Ken Performance, OEM bucket seat Autoleader + Amara Suede, TRD Shift Knop, TRD Leather Shift Knop, Auto Craft Panel Gauge Carbon, Defi Water Temp & Defi Oil Press | KAKI – KAKI Velg Adv.1 19×8.5+10.5 Inci, ban Michelin 225/40R19+265/35R19, Brembo 6 Pot Bolton FT86, BC Coilover, Rays Lugnut, Cusco Front Member power Brace, Cusco Front Lower arm Brace Power, Cusco underbreach 7spot, Cusco front strut bar carbon, Cusco rear strut bar carbon, Cusco power rear end breach | AUDIO Head unit Kenwood DDX749WBT, Speaker Morel Hybird Ovation 6 inci, Sub. Woofer ScanSpeak 23 W 9 inci + ring cover carbon, Power Vocal 5 Ch, proccesor Audisson Bit. 10 | SPECIALS THANK TO Tuhan YME, C3, Antelope ban, Concept Motorsport, D2 Concept, ASCO Motorsport

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY