BAGIKAN
Modifikasi Subaru Impreza WRX STi

Konsep modifikasinya tak hanya menghasilkan tampilan yang sporty dan kalem, melainkan mampu membuat kekuatan mesin kian beringas untuk mengikis aspal sirkuit.

Bicara pabrikan mobil asal negeri Sakura, gaung nama Subaru sudah tidak asing terdengar dalam melahirkan berbagai jenis mobil yang punya desain dan performa mesin yang unggul. Selain dari mobil penumpang (passenger car), Subaru juga menciptakan varian mobil sport yang performanya sudah terbukti dilintasan balap, khususnya rally, yaitu Subaru Impreza WRX STI, yang merupakan standar edisi tertinggi dari varian Subaru Impreza.

Subaru Impreza WRX STI dilahirkan oleh divisi motorsport Subaru Technica International (STI) untuk ajang FIA World Rally Championship dan kebutuhan aktifitas motorsport lainnya. Dengan basik mesin berkode EJ yang telah mengaplikasikan turbocharge dan sistem penggerak roda All Wheel Drive (AWD), performanya telah diakui didunia motorsport dunia.

Performa dan image motorsport yang telah melekat pada Subaru WRX STI itulah yang membuat pria satu ini memboyong mobil tersebut ke garasinya di kawasan Jakarta Barat. William adalah pemilik dari Subaru WRX STI lansiran 2005 berkelir biru yang hadir mengisi cover story edisi Juni ini. Memang, sedan sport milik William ini tidak berada di Indonesia, pasalnya ia memboyongnya langsung di Seattle, Amerika Serikat, yang secara kebetulan di negeri itulah tempat ia meraup Dollar.

Hobi modifikasi tentunya menjadi pengaruh paling mendasar yang membuat William melakukan ubahan secara menyeluruh. Proses modifikasi yang panjang telah dilakoninya demi mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan keinginan. Menurut William, konsep modifikasi ini lebih ke Show and Go, maksudnya bukan hanya tampil racing look, tapi bisa memback-up tampilannya dengan power yang seimbang.

“Untuk konsepnya adalah dari saya sendiri, dan satu konsep tambahan saya adalah “Be Creative and Innovative, maksudnya adalah menciptakan sesuatu yang baru dan bisa menjadi trend,” jelas William.

Lantas apa sih modifikasi yang sudah berhasil diterapkan pada Subaru WRX STI milik pria yang akrab dipanggil Bakajin ini? Hmm..sepertinya pertama yang mesti dicari tahu adalah ubahan pada mesinnya, sebab menurut sang empunya, mobil ini sudah beberapa kali diikutsertakan dalam ajang balap di negeri paman Sam. “Saya banyak ikut balap di Portland International Raceway, Button Willow, Infineon Raceway dan Portland International Raceway. Event terakhir yang saya ikuti adalah Subie-Fest,” pungkasnya.

Dominic Acia, tuner dari bengkel Maxwell Power Services adalah yang mengurusi ubahan mesin untuk spek yang fokus ke balap Time Attack, sehingga mesin aslinya berkode EJ257 dengan kapasitas 2500 cc yang digendong WRX STI versi Amerika ini sudah tidak lagi menyandang spesifikasi standar pabrikan.“Untuk pemilihan parts, 95% dari saya, dan 5% masukan dari teman-teman,” tambahnya.

Peranan turbocharge original sudah digantikan oleh turbocharge berkemampuan 550 hp pabrikan Amerika labelan Blouch Dominator III, yang memiliki lubang inlet sebesar 2.4 inci. Menurut William, Turbocharge labelan Amerika jadi pilihan karena banyak faktor, diantaranya karena buatan Jepang lebih mahal dibanding buatan Amerika seperti merk Blouch, dan kedua karena waktu pemesanan produk dari Jepang bisa makan waktu 5 sampai 8 bulan, sedangkan produk Amerika hanya makan waktu 1 sampai 2 minggu.

Komponen dalam mesin bagian atas juga menjadi satu kesatuan langkah modifikasinya agar dapat mengimbangi putaran mesin yang semakin ekstrim. Piston langsung mengaplikasi jenis low compression labelan Wiseco dengan ukuran 100 mm. Ukuran tersebut sama sekali tidak mengubah kapasitas silinder mesin sebesar 2500 cc. Dengan menjejali piston jenis low compression sudah pasti William bermaksud ingin menurunkan kompresi mesin untuk menjaga ketahanan mesin yang sudah dijejali turbo dengan spesifikasi diatas standar itu.

Sistem instalasi pendinginan turbo mesin juga sudah dimaksimalkan dengan mengandalkan produk aftermarket hi-performa. Untuk menjaga turbo agar suhunya stabil, front mount intercooler ARC terinstall dan menyatu dengan baik melalui sistem pipa-pipa turbocharge. Penempatan intercooler terlihat jelas diposisikan tepat dibalik bemper depan bagian bawah.

Buat maksimalisasi pendinginan mesin, radiator racing pabrikan Koyo jadi andalan untuk membantu menjaga suhu mesin dengan lebih baik. Selain itu, untuk mempercepat aliran pendinginan sistem radiator, thermostat Zerosport dengan spek kinerja pada suhu lebih dingin tak terlewat juga turut teraplikasi.

Putaran mesin juga sudah dibuat semakin ringan dan responsif dengan adanya aplikasi kopling pelat kembar dengan integrated flywheel hasil risetan Cusco. Ringannya putaran dan bertambahnya tenaga mesin mengharuskan sistem asupan bahan bakar dibuat lebih kaya dan cepat dari kondisi standar agar asupan ke ruang bakar tidak telat. Karena itulah asupan bahan bakar dihandle langsung oleh injector Dynamics dengan daya 1000 cc yang digandengkan dengan fuel pump Walbro dengan daya pompa 250 LPH.

Seperti biasanya yang dilakukan tuner mobil setelah spesifikasi mesin berubah, tuning otak pengaturan mesin alias ECU juga dilakukan. Tapi untuk hal ini aplikasi kotak elektronik penipu ECU tidak dilakukan, sang tuner langsung melakukan tuning ECU dengan melakukan reflash agar pengaturan kinerja lebih sesuai dengan spek mesin dan performa mesin makin sempurna. “Tenaga awal 220 AWHP (All Wheel Horse Power), sekarang ada di 505 AWHP dengan boost 1.7 bar,” beber pria yang juga bermukim di Seattle, USA ini.

Secara keseluruhan, proses modifikasi mesin dengan penjejalan racing parts dari berbagai merk diterapkan dengan baik oleh sang tuner dari bengkel Maxwell Power Services, terlihat ruang mesin tetap terlihat rapi dan apik. Sesuai dengan konsep yang diusungnya, eksterior, interior maupun kaki-kaki juga telah disentuh ulang dengan baik, kreatif dan inovatif.

Teks: Hikmat Imansyah | Foto: Connor Surdi & Nick Parker

SPESIFIKASI

Mobil

Subaru Impreza WRX STi 2005

Pemilik

William “Bakajin”

Mesin

Maxwell Power Service custom blueprinted shortblock, Maxwell Power Service ECU reflash, Maxwell Power Service fuel rails, Rotated intake manifold, Wiseco 100 mm pistons low comp., ACL race bearings, ARP head studs, Cometic head gasket, Blouch Dominator III 2.4

Kaki-Kaki

Eksterior

Cusco GT front lip, Zerosports side skirt, Do-Luck CF trunk, RE-Amemiya CF diffuser, Subaru Impreza 2.5RS hood, Subaru JDM rainguards, Custom TSX projectors retrofitted headlights, Speed Architech CF wing, Speed Architech CF grill, Speed Architech CF door handles, Speed Architech CF side mirrors, Speed Architech CF exhaust heat shield, Project Kics R40 Neo-Chrome lugnuts, APS lightweight bumper beam, Carbign Craft CF license plate cover

Interior

Speed Architech CF front and rear doorpanels, Speed Architech CF speedo cover, Speed Architech CF map light, Speed Architech CF domelight, Speed Architech CF A-pillars, Speed Architech CF B-pillars, Speed Architech CF C-pillars, Speed Architech CF front & rear seatbelt covers, Speed Architech CF side AC vents, Speed Architech CF side mirror covers, Speed Architech CF front & rear window switch covers, Speed Architech CF trunk plastic cover, Speed Architech CF clockpod, Speed Architech carbon kevlar center console, Speed Architech carbon kevlar armrest cover, Speed Architech carbon kevlar center AC vent, Speed Architech carbon kevlar HVAC trim, Speed Architech carbon kevlar shifter trim, Speed Architech carbon kevlar steering column, Bride Dinos II racing seat, TAKATA racing harnesses, Nardi Classic steering wheel, Worksbell RAPFIX 2 quick release kit, Subaru S203 red hazard button, Subaru aluminium door sills, Autospeed dead pedal

Special Thanks

Team STFU, Christian Coujin of Speed Architech, Dominic Acia of Maxwell Power Services, Ray Stonehocker of Garage Autohero, Wayne Cuddy of VTR Tint Audio Performance, Jeff Miller of JMI Motoring, Chris “Tex” Walker of Graphic ByTex.com, Vince Lee & David Kang of Discount Tire Co.,Connor Surdi & Nick Parker for pictures

LEAVE A REPLY