BAGIKAN
White Pitbull

 

Modifikasiplus.com – Dikarenakan kesibukan sehari-harinya mengajar dibeberapa tempat yang jaraknya cukup berjauhan ditambah rasa bosannya menjadi bagian dari salah satu club roda dua. Fahri fabian yang bekerja sebagai instruktur fitness di beberapa Gym ternama di Jakarta, memutuskan untuk berganti tunggangannya ke roda empat dan menjatuhkan pilihan pada Mitsubishi Lancer Evo 4 CK lokal lansiran tahun 2000.

Kecintaan pada Mitsubishi Lancer Evo 4 CK lokal lansiran tahun 2000 ini membuat mas Fahri berniat mempertahankan ke-orisinil-an Evo 4 Jepang yang baru dibelinya. White Pitbull panggilan untuk Mitsubishi Evo 4 miliknya. “ si pitbull lebih mengacu pada gaya aliran beautiful look dari pada speed ”, ucap mas Fahri. Dengan mengacu konsep street racing, sang intrusktur mulai membangun impiannya dengan tetap ingin mempertahankan ke-orisinal-an Evo 4 -nya yang sudah full Japanese Direct Market (JDM)

Untuk membuat impiannya ini jadi kenyataan, mas fahri sadar akan membutuhkan dana dan waktu yang cukup banyak. Jadi hal pertama yang dilakukan adalah dengan membeli “baju” atau eksteriornya terlebih dahulu; mulai dari body; bumber depan, bumper belakang, kap mesin, side skirt, bagasi, wing, velg orisinil serta kaca belakang orisinil yang sudah menggunakan wiper. Setelah eksterior terkumpul, kemudian berlanjut pada bagian engine atau mesin, mesin tipe 4G63T bawaan orisinil Evo 4 Jepang menjadi pilihan mas fahri, pada awalnya mas fahri mempunyai keinginan dengan menggunakan mesin 4WD, namun karena kondisi barang yang dipesan tidak sesuai harapan, akhirnya mas fahri mengurungkan niatnya, dan akhirnya mesin 2WD menjadi pilihan.

Pada bagian interior; keseluruhan interior yang membalut di Evo 4 nya ini telah menggunakan bahan cobra, “karena merasa tidak sesuai dengan kondisi cuaca jakarta yang cukup panas, dan akhirnya diganti dengan bahan suede berwarna hitam karena dirasa lebih nyaman dan dingin”, ujar mas fahri; mulai dari dashboard, jok, plafon, doortrip, panel gear dan lain – lain.

Warna putih menjadi pilihan dan keinginan si empu pitbull ini. dalam keseluruhan proses untuk dapat mendapatkan eksterior yang diinginkan, Evo 4 lansiran tahun 2000 ini membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 bulan . Sedangkan untuk mesin atau engine, tidak semudah mendapatkannya seperti eksterior,“tidak hanya sekedar plug and play”, ujar mas fahri. Dalam proses pengerjaan mesin, Evo 4 miliknya juga membutuhkan  waktu kira – kira 2 bulan bahkan lebih untuk membangunnya , ‘hal ini dikarenakan tidak semua spare part yang dibutuhkan mudah untuk didapatkan dan harus bersabar  menunggu ketersediaan barang yang dibutuhkan, serta ditambah harga yang terkadang tidak sesuai dengan dana yang ada’, jelas pemilik si pitbull ini.

Selanjutnya untuk piping; pada waktu pertama membeli, Pitbull tidak disertai dengan piping, akhirnya mas fahri memutuskan untuk meng-custom dengan mempercayakan pada tukang las langganannya disalah satu bengkel dibilangan Jakarta dan menghabiskan waktu kurang lebih sebulan untuk proses pembuatannya hingga finishing.

Sedangkan untuk swap engine, Pitbull lansiran tahun 2000 ini dipercayakan pada Kristanto Dwi Nugroho yang biasa dipanggil om Tato, mekanik kepercayaannya; spesialis mesin bensin dan kaki – kaki. Dengan berkonsultasi dengan om Tato, mas fahri menyampaikan keinginan Evo 4 miliknya untuk dimodifikasi dengan spesifikasi daily use.

Dengan berkiblat kembali pada keinginan empunya yang ingin mempertahankan ke -orisinil-an Mitsubishi Evo 4 full JDM-nya, Om tato melakukan beberapa penyesuaian dengan melakukan re-condition dan hanya beberapa penggantian yang diganti seperti pergantian ring piston, timing belt, kruk as yang hanya dibalance, piping yang dicustom, dan blow off yang memakai HKS, lanjut pada pemakaian fuel pressing ragulator, pumping fuel racing, fuel compressing dengan memakai HD serta kopling yang kembali diganti standart dari awalnya yang memakai racing; karena mas fahri merasa tidak nyaman dengan kopling racingnya ketika berkendara dijalanan Jakarta yang padat dan macet. Kemudian langkah terakhir dengan menghaluskan mesin dengan Porting N polished.

Dalam gelaran contest event; Pitbull kebanggannya ini telah mengikuti dua gelaran ajang contest, yaitu: Audio contest dan Body contest, untuk audio contest, ceritanya berawal dari si pitbull yang dipinjam untuk mewakili brand toko audio salah seorang temannya, yang kemudian pada bagian bagasi langsung ditanamkan full audio set dengan memakai SQL serta full alkrilik untuk menandingi peserta lainnya. Selanjutnya pada ajang body contest yang diselenggarakan di Lippo Puri Mall, Pitbull mendapatkan “the best Evo 4” dengan kategori “Best Body Convert”.  

Dari hasil dyno test yang didapat dari  engine standart orisinil Evo 4 2WD-nya, dari perkiraan awalnya hanya mampu menghasilkan maksimal sekitar 260 hp, Namun oleh om Tato hanya dengan men-dial ulang Cam Gear standart, dan ICU yang ditambah memakai  Dastek Q Plus serta Torsi Controller bawaan yang disuplai bahan bakar shell, serta settingan injector dan ICU yang pas, didapat hasil yang cukup sangat mengejutkan, mesin Evo 4 2WD ini mampu mencapai 336 hp, dengan asumsi pada bagian bagasi masih full audio contest, dan disertai interior kabin yang masih lengkap menempel pada tempatnya. “Bisa dibayangin apabila semua instrument dicopot, horse power yang bisa dihasilkan bisa mencapai 370 – 380 horse power”, jelas om Tato.

LEAVE A REPLY