BAGIKAN
Modifikasi Honda S2000

Modifikasinya memang terlihat nanggung. Tapi siapa sangka dibalik kap mesinnya tersimpan tenaga yang dapat diunggulkan buat dipakai harian maupun dilintasan balap.

Kedigdayaan Honda S2000 sebagai kendaraan sport memang harus kami akui eksistensinya hingga kini, dengan populasi yang tidak sedikit di Indonesia. Sejak memulai debutnya di tahun 1999, coupe asal Jepang ini terus menjadi buruan para pecinta kecepatan di Tanah Air.

Pun kami secara tidak langsung ditakdirkan untuk bertemu salah satu populasi S2000 yang berada di Jakarta. Saat berada di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur pertemuan kami dimulai pada sebuah bengkel khusus mesin. Melongok sekilas penilaian kami mobil ini memang terlihat standar, tidak ada yang cukup menonjol dari sektor ubahan tampang yang berkesan gahar.

Rupanya memang benar sang pemilik baru saja akan melakukan restorasi sektor mesin, agar tunggangannya ini bisa melesat dengan tenaga besar. “Kami dipercaya untuk melakukan ubahan standar mesin menjadi lebih bertenaga, walaupun mesin standar sudah cukup mengeluarkan tenaga besar, namun pemilik menginginkan tambahan tenaga lebih besar lagi guna melibas trek lurus bebas hambatan,” terang Irawan punggawa I-Mechanic.

Untuk memuluskan keinginan sang pemilik, kompartemen mesin Honda S2000 langsung dibedah. Namun untuk memberikan suplai tenaga besar, sang pemilik membatasi oprekan mesinnya tidak dengan merubah part bawaan pabrik. Ultimatum sang pemilik tentu saja tidak membuat Irawan pusing memimikirkan cara menaikkan tenaga mesin sedan sport rancangan Shigeru Uehara ini.

Yups, suplai tenaga instan menjadi jalan satu-satunya jika sang pemilik tidak meinginkan jeroan mesin S2000 mengalami perubahan. Untuk itu seperangkat Dastek Q disiapkan sebagai jantung pemompa tenaga tambahan, perangkat elektronis ini sendiri akan bekerja bersama ECU (engine control unit) dalam memanipulasi data yang ada pada ECU. “Manipulasi data ini dimaksudkan agar segala pengaturan standar ECU dapat di-tuning ulang dengan tujuan memaksimalkan performa mesin,” ujar Irawan.

Diapun melanjutkan, “piranti tenaga instan memang banyak dengan merek yang berbeda, namun bukan tanpa alasan perangkat tenaga instan Dastek ditanamkan pada mesin Honda S2000, karena produk ini memiliki karakter program yang sangat sesuai dengan mesin-mesin Honda.”

Selain itu alat ini mampu memaksimalkan air fuel ratio yang mampu memberikan asupan udara secara sempurna, sehingga proses pencampuran antara udara dan bahan bakar pada ruang bakar sempurna. Hasilnya tentu saja horse power dan torsi pada mesin bisa dikatrol cukup jauh, disinilah trik yang dijalankan Irawan sebagai solusi keinginan sang pemilik memiliki tenaga besar pada tunggangannya.

Sebagai langkah penjamin air fuel ratio yang dibutuhkan pada ruang bakar, perangkat intake pabrikan sudah tidak lagi difungsikan sebagai distributor udara pada ruang mesin. Sebagai gantinya Irawan mempercayakan perangkat suplai udara ini pada labelan ARC yang memiliki arus distribusi udara yang cukup mumpuni.

Suplai udara pada ruang bakar dirasa cukup maksimal, tentunya sistem pengapian harus di-restore ulang. Targetnya tentu saja agar tidak terjadi lost pada ruang bakar yang mengakibatkan udara tidak sepenuhnya terbakar. Untuk urusan ini, perangkat pengapian langsung diambil dari labelan Okada Project Plasma Direct spark plug.

Hasil proses pembakaran sektor mesin, tentu saja tidak dibiarkan begitu saja terbuang melalui saluran exhaust seadanya. Khusus untuk saluran buang hasil pembakaran digunakan full exhaust sistem keluaran Amuse, yang pastinya akan memberikan akselerasi lebih baik dengan dentuman suara gaharnya. Sedangkan sistem pendingin mesin radiator Koyorad mendapatkan tugas mengatur suhu panas mesin, menggantikan radiator lama.

Memiliki tenaga besar tidak lantas faktor keamanan diabaikan sang pemilik, salah satunya adalah sistem penghenti laju yang harus memberikan sistem terbaik pada pengereman. Urusan ini akhirnya diserahkan pada produk AP1 dengan penggunaan brake kit 6 pot pada bagian depan dan sumbu roda belakang penghenti lajunya mencomot dari produk Endless.

Merubah dandanan sport menjadi gaya racing turut diamini dalam proses modifikasi sektor eksterior. Langkah yang ditempuh dengan mengusung penggunaan body kit keluaran Amuse yang dinilai sang pemilik mampu menampilkan gaya racing pada tunggangannya. Rupanya untuk pemasangan body kit yang tersemat pada S2000 tidak terlalu sulit tanpa merubah dudukan, karena Amuse memiliki body kit jenis add on untuk S2000.

Senada dengan hal tersebut bagian atap soft top yang menjadi ciri khas Honda S2000 akhirnya tergantikan, pilihan penggantinya justru menggunakan atap hard top yang diambil langsung dari Jepang dengan label Mugen. Untuk pemasangan hard top berwarna hitam sendiri, Irwan tidak lagi-lagi tidak harus merubah dudukan untuk pemasangannya. ”Sama seperti body kit yang add on, hard top memiliki desain serta ukuran yang cukup presisi dengan model soft top bawaan mobil,” ujarnya.

Bagian dalam seperti tak ingin ketinggalan dengan nuansa racing, sebagai realisasinya bucket seat Mugen dengan seat belt 4 point langsung ditempatkan khusus untuk pengemudi. Agar auranya tampak kental, dasbor langsung tergantikan dengan nuansa karbon panel. Perangkat sistem informasi seperti meter fuel press dan intake press keluaran Defi turut tersemat pada bagian dasbor.

Mr. Y sekarang bisa bangga dengan white horse miliknya, tenaga besar dan tampang racing secara resmi sudah ada pada tunggangannya. Lebih dari itu, raungan dan tenaga gahar dari sektor mesinnya kini sudah mencapai 272 hp. Hasil kerja keras Irawan selama satu minggu, sepertinya akan menjadi sejarah dari bertambahnya populasi mobil modifikasi di Jakarta.

Teks: Mufrod | Foto: Rimba Mahardika

SPESIFIKASI

Mobil

Honda S2000 2003

Pemilik

Mr. Y

Mesin

Full exhaust kit Amuse, Intake kit ARC, coil over Tein super street, strubar Cusco, unichip type Q, safc NEO (display meter only), Koyorad radiator, Okada project plasma direct spark plug

Eksterior

Pelek Advan RG-D 8.5 –9.5, ban Advan Neova AD 08, ukuran depan 225/45-R18, belakang 235/45 R18, lugnut Rays, bumper lips Amuse, Mugen hardtop, brake kit AP1 6 pot depan, brake line hose AP belakang, brake pad belakang Endless

Interior

Bucket seat Mugen, seatbelt 4-Point Securen, dasbor karbon panel, pilar mounting Amuse, Defi meter fuel press, Defi meter intake press

Spesial Thanks

Irawan I-Mechanic

LEAVE A REPLY