BAGIKAN
Ford Ecosport

Modifikasiplus, Banten – Gubahan presisi yang tersemat pada SUV ini, lebih menyasar ke semi offroad. Meski telah dibekali beragam fitur canggih, tampilan luar Ford Ecosport dinilai masih minim. Selaku pecinta offroad, tak sempurna rasanya bila tampilan tunggangannya masih berstandar pabrikan. Gagasan kreatif seketika muncul di benak sang owner untuk mulai membenahi Ecosport ini, meskipun hanya berbalut minimalis. Ragam cara kerap dilakukan guna tercapai hasrat maksimal. Mobil dibesut, kocekpun terkuras dan performa tunggangan menjadi prioritas.

Sesi upgrade secara tampilan dimulai lewat penyematan bumper aplique berwarna silver serta fender flare yang telah disesuaikan dengan lebar bodi. Balutan stiker bermotif kevlar terarsir pada kap mesin, tujuannya agar terlihat lebih ‘sangar’. Agar kesan offroadnya lebih kentara lagi, Danny juga menambahkan roof rack model buzzrack serta canvas bag.

 

Selaku Ranger sejati, yang bertugas menyisir jalan di depan rombongan touring, Danny menambahkan lampu sorot cree LED pada kap mesin dan signal lamp yang menyatu dengan roof rack, sebagai penerang jalan saat melibas hutan. “Untuk membuat jalur instalasi pada lampu-lampu tersebut, kita terpaksa membuat jalur sendiri untuk menghindari dari pemotongan, sebab kabel-kabel yang tersusun pada Ecosport ini terbilang cukup rumit,” kata Danny Koesoema.

Penyematan model Jeep semi offroad tercipta lewat penambahan suspension lifting kit dari aluminium setinggi 5 cm untuk bagian depan dan 4 cm untuk bagian belakang. Suspensi tersebut difungsikan untuk dapat membenamkan ban AT Bridgestone berukuran R15 235/60 serta Velg Racing Hart 15 inchi. “Penambahan lifting kit alumunium itu fungsinya biar gak gasruk, saat melintasi trek berlubang atau kubangan. Karena ban dan velgnya sudah kita buat lebih besar,” imbuhnya.

Transmisi DCT pada Ecosport, baik yang bertipe transmisi  untuk manual maupun matic diklaim handal dan nyaman untuk menghadapi berbagai lintasan.”Oleh karenanya untuk brake system, saya masih menggunakan standar pabrikan, karena saya nilai transimisi DCT nya terbilang sempurna. Meski menggunakan automatic, untuk melibas berbagai trek sangat nyaman,” jelas Danny. Sistem pengereman juga tak ada perubahan, Danny masih mengandalkan sistem brake Ecosport yang dinilai sudah besar bahkan jikalau memang bisa diganti, ia bisa diadopsi dari part Ford Focus, begitu pula dengan transmisinya.

Di sektor Jantung mekanis, SUV ini menyematkan penambahan volt stabilizer dari Hurricane XCS 3 yang berfungsi menstabilkan supplay arus listrik. Karena mobil ini menggunakan sistem elektronik, seperti ECU (elektronik c), TCM (transmission control modul), maka memerlukan arus listrik yang stabil. Sementara pengapiannya menggunakan Iridium Denso. Filter udara dari Ferrox, dipercaya Danny untuk mampu menyaring udara kotor yang masuk ke dalam mesin. Danny juga melepas pipa peredam suara di dalam box saringan udara, untuk meredam udara yang masuk agar lebih lancar.

Danny juga menjelaskan kenapa untuk upgrade tidak tertuju pada mesinnya, tapi justru malah ke sistemnya. “Oleh karena mobil ini sudah menggunakan sistem elektronik, sehingga hanya sedikit ‘kilikan’ saja powernya sudah keluar semua. Sementara kekurangannya justru karena Ecosport ini teknologinya terlalu canggih, jadi gak semua orang sama dalam menerima sesuatu yang baru,” paparnya.

Misalnya transmisi DCT, lanjut Danny, oleh karena ia menggunakan plat kering jadi manual lalu ditambah motor-motor. “Berbeda dengan transmisi oli, yang dapat mindahin gigi itu komputer. Harusnya sama perlakuannya dengan manual gak boleh digantung setengah kopling. Jadi pada saat stop dia harus netral. Kalau tidak, tentunya kopling akan tergerus. Sementara untuk matic konvensional berbeda karena cairan. Jika ia posisi stop, kemudian pindah ke posisi drive gak bermasalah. Artinya, Ecosport ini terlalu advance sehingga pengguna masih lambat untuk menerima itu,” ungkapnya.

Melongok ke sektor kabin, semua masih berbalut standar, mulai dari jok kulit standar pabrikan masih terawat dan dinilai nyaman digunakan sehari-hari. Teknologi sunroof serta berbagai fitur lainnya tak ada perubahan yang signifikan. Danny hanya menambahkan fitur cruise control yang mampu menstabilkan kecepatan sesuai keinginan. “Kalo travel kecepatan konstan tinggal kita aktifkan, maka kaki bisa lepas dari pedal gas. Apalagi saat melewati tol, penggunaan cruise control akan sangat berfungsi,” ujarnya.

Tak ada balutan kosmetik audio beraura kontes, pria pehobi touring ini menilai sistem audio original pada Ecosport ini sudah sangat mumpuni, dia hanya menambahkan power kick 4 channel untuk dapat menembus kapasitas suara yang dihasilkan oleh subwoofer rodek 10inchi. “Fungsinya agar memperoleh suara bass yang lebih mantap, terutama pada saat saya touring, saya sering membuka kaca jendela agar suara bassnya bisa keluar,” jelasnya.

Danny berencana, kedepannya masih akan menambah beberapa part lainnya, agar benar-benar berfungsi sebagai kendaraan offroad. “Harapan saya kedepannya mobil ini jadi icon bagi Ford Ecosport Community (Forescom). Saya juga sangat berterimakasih kepada istri saya karena tunggangan hariannya rela diobok obok. Kemudian bro Satria Wahyu yang sangat membantu dalam modifikasi di sektor kelistrikan,” tuntas Danny.

Teks Alan foto Arfa

Spesifikasi Ford Ecosport AT Titanium 2014

Eksterior ; fender flare, kap mesin stiker kevlar, head lamp cree LED, signal lamp, fender mirror Fortuner, bumper aplique silver, roof rack offroad buzzrack, canvas bag. Kaki-kaki ; Suspensi lifting kit aluminium, ban AT Bridgestone R15 235/60, Velg Racing Hart 15″ Mesin ; Volt stabilizer, busi Iridium Denso, filter udara Ferrox Interior ; jok standar Ecosport, cruize control Audio system ; Power kick 4 channel, sub woofer rodek 10inchi

 

 

LEAVE A REPLY