BAGIKAN
Modifikasi EVO X

Meramu sektor mesin utnuk dua kepentingan memang tidak sulit, targetnya mesin bisa dipakai untuk balap dan harian.

Jangan pernah ngaku kalo engga kenal Evo X yang dibawa secara resmi oleh PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motor selaku pemegang merek Mitsubishi di Indonesia. Sebab sejak diperkenalkan pada IIMS tahun 2008 lalu, para penggila kecepatan berlomba memboyong sang juara relli ini sebagai tunggangan pribadi.

Salah satunya Mr. N, yang secara khusus takjub terhadap kehadiran generasi Evolution kesepuluh ini. Berbekal mesin standart 2.0 L berteknologi DOHC dengan konfigurasi 16 valve MIVEC, jelas kendaraan ini mampu melesatkan tenaga 291 daya kuda pada putaran 6.500 rpm, torsinya saja mencapai 198 Nm pada 4250 rpm. segi tampilan juga tak kalah gahar, body dengan desain ergonomis pastinya mampu menyalurkan sistem aerodinamika secara baik.

Cukup dengan kelebihan yang dimiliki Evo ten, tunggangan milik Mr. N ini sendiri rupanya tidak neko-neko. Ubahan sektor mesin tidak terlalu berlebih apalagi terapan teknologi pabrikan hanya perlu mendapat sokongan piranti racing secukupnya. Targetnya memang kendaraan ini bisa menjadi pemandangan di jalanan alias masih bisa digunakan untuk aktifitas harian.

Sektor mesin memang bukan menjadi target utama ubahan secara ekstrim, mempertahankan fungsionalitas sebagai kendaraan harian tetap dipertahankan agar tunggangan bisa dipakai untuk harian.” Tunggangan ini semata memang digunakan untuk balap time attack namun ubahan yang dilakukan tidak mengganggu jika kendaraan ini digunakan untuk aktifitas sehari-hari”. Ungkap Mr. N

Tapi jangan kira, piranti racing yang tertanam dalam mesin hanya digunakan untuk menggerus aspal jalanan. Jika pembaca sekalian penggemar time attack pasti pernah melihat mobil hitam doff ini melintas sebagai salah satu peserta ajang bergengsi yang saat ini tengah digaungkan di kancah balap mobil nasional.

Dalam mempersiapkan tunggangannya untuk terjun dalam balap time attack, sang pemilik mempercayakannya langsung pada mekanik Autotech. Ditangan Carmen sang mekanik sektor mesin ubahan dilakukan tidak secara besar-besaran, hal ini karena basic mesin 4B11T plus dengan turbocharger dirasa cukup untuk meletupkan tenaga saat di sirkuit. Namun bukan berarti Evo X yang telah menjadi pasien Autotech tidak mendapat ubahan, tengoklah apa yang telah dilakukan tangan dingin mekanik pada sektor mesin.

Cara yang dilakukan sang mekanik hanyalah perlu mereflash Ecu, dengan cara seperti ini bisa didapatkan sistem pembakaran yang lebih besar ataupun lebih sempurna. Walaupun sudah pasti suplai bahan bakar akan tersedot lebih dibanding dengan racikan sistem Ecu asal pabrikan. Dengan sistem pembakaran yang lebih besar tenaga yang dihasilkan pastinya bisa melebihi spek tenaga pabrikan, walaupun tunggangan ini belum pernah mampir untuk uji dyno, namun sang pemilik merasakan tenaga yang dihasilkan lebih dari 291 dk.

Untuk lebih memaksimalkan kinerja mesin chamshaft pabrikan dirasa kurang mengimbangi pergerakan klep pada mesin. Akhirnya penggantian dilakukan dengan chamshaft stage 4 labelan Brian Crower. Begitu pula sektor pengapian disokong sepenuhnya dengan penggunaan busi racing HKS.Hasil tenaga besar yang telah dihasilkan mesin tentunya membutuhkan sistem pendingin agar kinerja mesin terjaga dan tidak menimbulkan masalah, sistem saluran pendingin khusus dipilih dari produk AMS. Sedangkan pensuplai sistem udara keruang bakar dipercayakan dengan open air filter labelan HKS. Hasil sisa pembakaran mesin langsung disalurkan melalui saluran gas buang dari HKS dan diselesaikan pada ujung muffler HKS Legamax.

Pada bagian eksterior, aksen gahar langsung dipermak abis dengan stiker hitam doff, lips spoiler carbon Varis, hood carbon Varis serta GT wing full carbon Varis. Sedikit kebawah bagian kaki-kaki digunakan velg ukuran R19 dibalut ban Toyo Proxes, sedangkan untuk penghenti laju bagian depan diperkuat oleh AP Racing 6 pot dan belakang 4 pot. Kedalam interior tersemat kita akan menemui turbo timer HKS, Boost control Blitz, Greedy Touch dan Custom Carbon Door trim and dash board list.

Setelah 4 bulan lamanya mendekam di bengkel Autotech, kini Evo X siap beraksi baik dilintasan balap maupun menjadi tunggangan sehari-hari. Sang pemilik pun tampaknya puas dengan hasil racikan tangan dingin Carmen sebagai mekanik yang bisa mewujudkan keinginannya.

SPESIFIKASI

Mobil

Mitsubishi Evo X 2008

Pemilik

Mr. N

Mesin

Ecu Evo X 2010, Reflash Ecu, AMS Intercooler Pipe, HKS open air filter, Carbonetic twin clutch, HKS down piep, custom catalistik, HKS middle pipe, HKS muffler legamax, busi HKS

Eksterior

Body full sticker black doff, lips spoiler carbon Varis, GT Wings full carbon Varis, hood carbon Varis.

Interior

Turbo timer HKS, Boost control Blitz, Greedy Touch, Custom carbon doortrim and dashboard list.

Kaki-kaki

pelek Advan RS-D R19, Ban Toyo Proxes, Rem depan AP Racing 6 pot, belakang Ap Racing 4 pot, coil over HKS Hyper max III sport, lugnut Rays.

Spesial Thanks

: Allah Swt, Ortu, My Luvly, Cun-cun Car Plus Paint Protection, Carmen Autotech, Ferry Concept motorsport, Hans Speed Z dan Connection, Big Family di Jakarta, Bandung, Jogya, Pekanbaru, Kalimantan.

LEAVE A REPLY