BAGIKAN
Modifikasi BMW E46

Modifikasiplus.com – Adalah bukan sebuah kebetulan, jikalau sedan sport ini memang terlahir sebagai ‘atlit’. Selain didukung oleh performa mesin sport, modelnya pun tak lekang oleh waktu. Bukan hanya teknologinya yang memiliki pengaturan elektronik sangat canggih, tapi juga bentuk bodinya nan memukau. Di indonesia mobil ini cukup laku, dilihat dari banyaknya pengguna yang lalu-lalang di ibukota ataupun daerah lainnya. Me modifikasi BMW E46 yang merupakan generasi ke 4 dari BMW seri 3. Mobil ini juga merupakan kelas executive compact, dengan penampilan lebih sporty serta dimensi lebih kompak dari BMW seri 5. Generasi ini dinilai revolusioner.

BMW type ini banyak dipakai oleh anak muda ataupun eksekutif muda, dikarenakan tak hanya dimensinya yang kompak, penampilan sporty, serta ketersediaan aksesories after market yang dapat meningkatkan penampilan serta performa mobil ini.

Pasalnya, belum ada teknologi  mesin secanggih E46 pada saat itu. Wajar saja mobil ini diklaim agak boros. “Kecerendungan BMW kan agak rewel, apalagi dengan mesin seperti itu bensinnya gak boleh telat ,” buka Ahmad Sadewa di sela-sela di putaran ke-5 European Touring Car Championship (ETCC) 2015, di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu 25 Oktober 2015.

Sedan ini sudah dibekali mesin berkapasitas 3.2 liter supercharger enam silinder, oleh karena itu mobil ini sanggup memacu daya sebesar  300 hp. Tidak ada rombakan yang signifikan di sektor mesin, karena mesin BMW M3 E46 masih cukup mumpuni untuk digeber. Sebagai penambah daya pacu, lanjutnya, sang owner hanya menyematkan 1 buah tabung turbo di dekat stir, serta suspensi yang digerakkan melalui pompa khusus.

Demi memaksimalkan performa mobilnya, pria selaku pembalap andalan D’Spec Motorsport ini melakukan upgrade pada bagian mesin dengan sistem aerodinamika pada BMW M3 miliknya. Menurutnya, selain spesifikasi mesin yang sudah cukup mumpuni, sistem aerodinamis pada mobil juga menjadi faktor yang berpengaruh cukup besar terhadap performa mobil.

“Dengan kemampuan mesin yang begitu besar, kita mencoba merubah mesin yang aerodynamic menjadi lebih stabil, lebih mudah bermanuver terutama di tikungan. Dengan sistem aerodynamic yang baik,  maka dapat mengurangi terpaan angin, kemudian mobil ini akan lebih sempurna serta dapat bermanuver baik dalam keadaan lurus maupun tikungan,” bebernya.

Besutan paling menonjol ialah dengan penambahan bodikit yang didesain sedemikian rupa, hal ini difungsikan untuk memperjelas tampilan balapnya. Sementara di bagian buritan juga nampak rear wing berlapis karbon. “Mulai dari engine hood, bumper, over fender dan rear wing, kita memakai fiber dengan disain sendiri mengikuti WTCC,BTCC atau DTM. Untuk balutan sticker saya memasrahkan kepada AZHVRA (=baca Asura) Creative,” imbuhnya.

Perubahan yang signifikan adalah dengan penambahan diffuser di bagian buritan, tujuannya agar mampu menepis persepsi  bahwa dengan terpaan angin menjadi sebuahhambatan , tapi sebaliknya menjadi sebuah keuntungan. “Salah satu fungsi diffuser di bagian buritan, kalau kita tidak memakai itu otomatis di bagian belakang yang kosong itu akan berat dengan terpaan angin. jadi situasi turbulance angin itu akan memecah. Meski ada wing, down forcenya tidak maksimal. Begitu angin dari atas menekan, di bagian bawahnya justru melawan. Nah, kita hilangkan turbulance itu dengan diffuser ,” jelas Ahmad.

Keuntungan down force di bagian belakang, sambungnya, karena mobil jenis ini menggunakan penggerak roda belakang. “kita butuh down force di belakang, sehingga fraksi yang terjadi itu ultimate,” imbuhnya.

Selanjutnya sistem rem kini menggunakan kaliper enam piston, dengan cakram berukuran 355” persembahan AP Racing. “Kalo dari interior dashboard kita bikin sendiri dari bahan alumunium, stir momo, cover kita balut dari bahan sweat, custom cages dari Ingrris lalu shift standar Autosport,” papar Sadewa.

Sebagai penggagas Europan Touring Car Championship (ETCC), Ahmad Sadewa turut membantu dalam mempopulerkan brand asal Jerman ini.  Namun ironisnya, belum ada sponsor yang mensupport aktivitasnya. “Sepanjang 4 tahun kami menggelar event ini, masih belum bisa meraih profit. Namun kami tetap konsisten untuk memajukan eventini. Karena kami mencintai BMW, serta yakin dengan kualitas BMW, meski belum ada dukungan dari pihak principal mengenai event ini,” gumam Sadewa. Sadewa berharap, agar kedepannya ada beberapa sponsor lain yang turut serta mensupport kegiatan positif seperti ini. “Sebab ini merupakan ajang promo yang cukup menggiurkan,” imbuhnya.

Sebagai salah satu anggota tim D’Spec Motorsport,  Ahmad Sadewa sangat bangga dengan  hasil pencapaian akhirnya dengan menempati urutan ke-5, kelas Pro di kejuaraan ETCC seri 5, Euro 3000 ini. Selama 12 laps Ahmad Sadewa berhasil mencatat waktu 1.50.461detik.

Sementara di seri 4 lalu,  D’Spec Motorsport sukses merebut 7 trofi yang masing-masing disumbangkan oleh David Steve podium 3 di Divisi 3 Super Touring, Agung Nugroho podium 2 Euro 2000/Master, Nanang HB podium 3 Euro Master, Ahmad Sadewa podium 3 Euro 3000/Pro. Kemudian dua trofi dari Euro Novice yang disumbangkan Suraj di podium 1 dan Titus di posisi 5.

Saat ini D’Spec Motorsport diperkuat formasi pembalap seperti Ahmad Sadewa (ETCC 3000 pro), David Steve (ETCC 2000 pro), Nanang H.B (ETCC 2000 master), Agung Nugroho (ETCC 2000 master), Suraj. M (ETCC Novice), serta Fino Saksono (Super Touring).

Meski baru resmi terbentuk di seri 4 Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) beberapa waktu lalu, tim balap D’Spec Motorsport ni mengusung visi besar dalam mengembangkan dunia motorsport tanah air sekaligus memunculkan pembalap-pembalap handal.(Alan)

Detail Modifikasi

Mobil

BMW E46 M3 2005

Pemilik

Ahmad Sadewa

Exterior

Engine hood, bumper, over fender, rear wing, memakai fiber dengan disain sendiri mengikuti WTCC,BTCC atau DTM, Cutting sticker by AZHVRA Creative

Interior

Dashboard aluminium cover dg bahan sweat, Custom cages dr Inggris (certified), Shifter (dog drive shifter), steering wheel by Momo

Kaki – kaki

Suspension 4ways by Intrax, brake 355″ by AP Racing, Gear box = Dog drive, H pattern

Engine

M3 S 54 thn 2005

Special Thanks To

D’Spec Motorsport, ALTA Service, Andre L Timothy, AZHVRA Creative (baca: asura), serta Bagong Fiber

LEAVE A REPLY