BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Menyikapi potensi konsumsi produk plastik dan karet, terutama di industri otomotif yang dinilai masih potensial di Indonesia, Perusahan manufaktur mesin peralatan Taiwan, mengaku tidak gentar menghadapi pemain bisnis yang sama asal Jepang, Korea, dan Eropa.

Taiwan sebagai salah satu negara produsen besar produk plastik, karet dan peralatan mesin industri, namun untuk permesinan autoparts, ekspor negara pulau ini ke Indonesia menempati urutan keempat di Asia Tenggara. Thailand adalah negara terbesar di ASEAN yang menyerap permesinan produk otomotif Taiwan.

“Sebagai negara dengan penjualan otomotif terbesar di ASEAN, Indonesia adalah negara menjanjikan untuk industri permesinan autoparts. Kami menyadari bahwa ekspor Taiwan di bidang ini masih belum besar ke Indonesia. Padahal kami punya permesinan yang tak kalah bagus dengan Jepang, Korea atau Eropa,. Kami akan coba tingkatkan terus mulai tahun ini, termasuk gencar melakukan promosi di Indonesia” ujar Brian Lee, Deputy Executive Director Exhibition Department – Taiwan External Trade Development Council.

Lee menyatakan, jumlah penduduk yang besar, maka kebutuhan transportasi juga akan mengikuti. Inilah yang kemudian mendorong pengusaha-pengusaha mesin cetak otomotif Taiwan mulai giat melakukan penetrasi ke pasar otomotif Indonesia.

“Ada banyak mesin pencetak autoparts yang bisa dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Kami punya mesin pengolahan plastik dan karet yang canggih. Disamping juga peralatan bantu, peralatan cetakan, peralatan dan aksesori, bahan baku, produk setengah jadi dan produk jadi, peralatan pencetakan 3D, peralatan otomatis, dan robot industri,” terang Lee.

Banyak perusahaan Taiwan yang menawarkan mesin untuk pembuatan komponen otomotif, termasuk mesin putar, cetak, dan mesin bubut yang relatif lebih ekonomis, tapi memiliki kualitas yang setara produk dari Jepang. Hal itu diklaim mampu mengurangi ongkos produksi hingga 85 persen.

IMG-20160531-01549Agar mampu bersaing dengan eksportir dari negara lain, Taiwan menawarkan mesin pembuatan part otomotif dengan konsep smart product dan otomatisasi peralatan. Misalnya, satu mesin mampu membuat beberapa komponen otomotif sekaligus. Jika dulu satu mesin hanya menghasilkan satu suku cadang, maka saat ini satu mesin buatan Taiwan mampu memproduksi beberapa komponen sekaligus.

Menurut Alex Pen, Project Manager Exhibition Section 1, Exhibition Department – Taiwan External Trade Development Council, mesin pembuatan komponen asal Taiwan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kompetitornya dari negara lain. Di samping harga 2/3 lebih murah dari mesin buatan Eropa, kualitas setara produk Jepang, efisien, perusahaan Taiwan menjamin penuh layanan after sales setelah pembelian.

“Tentu saja dengan kualitas sangat baik, mesin kami lebih murah 80-85% dibandingkan produk Eropa. Kami juga sudah menyiapkan layanan purna jual. Bukan hanya saat mesin bermasalah, lalu kami perbaiki, kami akan selalu melakukan maintenance rutin, misalnya sebulan sekali datang untuk mengecek mesin tersebut agar tetap berfungsi dengan baik, sehingga tidak mengganggu proses produksi,” ungkapnya.

Jika di negara lain, permesinan yang bermasalah, pembelinya dari Indonesia harus menghubungi negara asal atau mendatangkan mekanik dari luar untuk memperbaiki kerusakan. “Kalau kami tidak,” tegasnya lagi.

Sementara berdasarkan data tahun lalu, pasar Indonesia telah menyerap mesin bubut dan pembuatan mesin industri sebesar US$ 138.37 juta. Kontribusi mesin Taiwan sebesar 9.83 persen dari total pasar atau bernilai US$ 13.59 juta.

Untuk sektor mesin industri, pasar Indonesia telah impor senilai USD$ 141.74 juta tahun lalu. Dari dari nilai total tersebut, mesin dari Taiwan menyumbang 14.05 persen atau bernilai US$19.90 juta. (Alan)

LEAVE A REPLY