BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Merasa risih dengan bau yang menyengat pada fitur Air Conditioner (AC) di kabin Ertiga, hingga sang pemilik merubah total seluruh peranti di sektor interior. Permasalahan itu pula yang kemudian memaksanya untuk merestorasi ulang beberapa ornamen yang dirasa kurang enak dilihat. Haris Aditya, pemilik Ertiga itu mengakui bahwa awalnya tak ada niat untuk merombak MPV kesayanganya, apalagi harus mendapatkan persetujuan dari sang istri.

“Tadinya, saya hanya ingin membersihkan semuanya. Tapi pada saat saya bawa ke bengkel, ada yang menawarkan pemasangan kosmetik audio. Ya..sekalian aja dirombak total. Kebetulan lagi istri saya setuju dengan hal itu,” buka Haris, sembari memamerkan bagian interior yang telah dirombak.

Modifikasi interior Ertiga

Dimulai dari penataan lampu bagian dalam, Haris menggunakan bahan acrilyc berukuran 5mm, fungsinya agar pancaran cahaya LED memantul keluar. Balutan sintetis MB-Tech juga telah menutupi bagian dalam mobil ini, mulai dari dasboard hingga kabin buritan. Dan yang jadi kebanggaan sang owner adalah kabin tengah yang telah disulap menjadi sebuah minibar. Meski terlihat sederhana, namun kenyamanannya membuat mobil ini bisa menjadi rumah ke-2 buat keluarga kecilnya.

Bukan itu saja, MPV ini juga telah mendapat sentuhan kosmetik audio yang cukup menghibur mereka saat melakukan perjalanan jauh. Meski belum layak untuk disertakan dalam kontes audio, Haris mengaku puas dengan penataan sound sistem yang dirasa ciamik. Sebagai pusat suara, head unit Skeleton SKT d319, dirasa cukup untuk mendobrak 2 buah sub woofer JBL 10″, serta 2 buah kombinasi speaker split 6″ merk Infinity.

Modifikasi Audio Ertiga

Di lini tengah, Haris menghias peranti hiburan dengan sebuah LCD TV merk LG 24″ dengan sensor suara LED. Kedua headrest depan juga tak luput dari penyematan LCD tipe Avelino dt900 berukuran 9″. Kesemua perangkat tersebut diperkuat dengan 2 buah power PCE yang berada di posisi depan dan 1 buah di belakang. “Hasilnya, dentuman suaranya bisa setara dengan sub woofer 12″. Sengaja saya pake ukuran 10″, agar tidak mengubah bagian belakang Ertiga. Jadi saya gak memajukan bangku belakang, hanya menghilangkan bangku tengahnya saja,” urainya.

Diakuinya, power tipe PCE yang disematkan Haris, berbeda jauh dengan merk sejenisnya. Dia merasa optimis bahwa model ini tak ada imitasinya, sementara merk lain banyak ornamen yang sudah ‘diamputasi’. “Saya pilih PCE, karena model ini gak ada tiruannya, dan saya juga sudah liat jeroannya. Kalo yang lain, luarnya merk terkenal tapi dalemnya kita gak tau,” jelasnya.

Modifikasi Ertiga

Untuk sektor luar, Haris hanya merestorasi bodykit dengan bumper milik Ertiga sporty. Seluruh lapisan bodipun telah ditutupi dengan stiker oracle. Alasannya, biar tidak terlihat standar pabrikan. “Kalo semua dikastem jadi terlihat lebih ceper, tapi klo hanya sampingnya saja yang dirombak, jadi enak dilihat,” kata Haris. Untuk headlamp juga sudah kastem, ia disesuaikan dengan wajah Ertiga, tentunya dengan menggunakan spek tinggi serta harga yang terjangkau. Supaya nampak sipit, Haris menambah penutup headlamp, agar terlihat apik.

Beralih ke sektor kaki-kaki, guna memperkuat tampilan sporty, Haris menyematkan velg Milano limited edition berukuran R17, yang dibalut dengan ban jenis Hankook V2 berukuran 205/50/R17. Sementara untuk air flownya dia menggunakan tiruan dari Fortune. Hasilnya, MPV ini jadi terlihat lebih sporty dari sebelumnya. “Istri saya itu suka sekali dengan hasil rombakan ini, karena jika dilihat dari luar terlihat sporty, namun nyaman saat di dalam,” ujar Haris.

Pria yang tergabung di dua komunitas mobil yaitu Red Car Community Indonesia (RCCI) dan Ertiga Club Indonesia (ERCI) ini, nampak begitu antusias dengan kegiatan yang kerap digelar. Keterikatan Haris di komunitas tersebut selain untuk menjalin persaudaraan, dia juga bisa mendapatkan beberapa masukan dari member lainnya perihal modifikasi.

Dengan demikian, hasil sharing yang diserap dapat menjadi acuannya untuk diaplikasikan ke mobilnya. Oleh karena itu, dia berencana untuk menambah beberapa part dan aksesori untuk disematkan pada Ertiga miliknya. “Untuk planning ke depan, saya kepingin menambah beberapa monitor ukuran 9″ yang akan dipasang di bagian kaca samping dan belakang,” tuntasnya.

Teks/foto Alan

Spesifikasi : Ertiga GX matic th 2014
Owner : Haris Aditya
Eksterior: Bodykit sporty custom, Spoiler modulo custom, Lampu projie eos9 dengan alis putih, berubah kuning saat sen, Stop lamp custom, full wrapping cutting, penutup headlamp custom
Kaki-kaki : Velg Milano R17 limited edition, ban Hankook bentuk v2 205/50/17, Air Flow tiruan Fortune
Interior:  Full wrapping interior with mbtech, jok sofa,
Tanpa merubah bangku belakang, acrilyc custom 5mm, Kabin mini bar dengan speaker 8″ dan 6″ serta custom acrilic dan led sensor.
Audio: Head unit skeleton skt d319, dua Head rest lcd avelino dt900 9″, lcd tv LG24″, Sub woofer 10″ 2 buah kombinasi speaker split 6″ infinity dan led sensor suara. Power 2 buah dibelakang dan 1 buah didepan merk pca.

1 KOMENTAR

  1. Mantaf.. walaupun perjalanan jauh dan macet tidak terasa capek karena suasananya nyaman dan menghibur..

LEAVE A REPLY