BAGIKAN
Kecintaannya terhadap mobil VW New Beetle produksi Tahun 2000 atau yang lebih akrab dengan sebutan VW kodok begitu kuat dalam diri Adit Notosuprapto. Bentuknya yang membulat membuatnya terpesona, karena terlihat unik dan lucu dibandingkan dengan mobil-mobil sejenis lainnya. Dan karena kecintaannya terhadap VW Kodok sejak masih duduk di bangku SMP, menjadikan Adit lebih popular di kalangan rekan-rekannya dengan sebutan Adit Kodok.

Dalam melakukan modifikasi, yang pertama kali menjadi sorotan adalah tampilan luar pada Beetle. Pengaplikasian wide body, jelas menambah gemuk perawakannya, dan tentu saja menambah ruang pada tiap liang fender, sehingga dapat memberi kesempatan bagi penggunaan pelek dan profil ban yang lebih besar. “Wide body yang dilakukkan, semuanya custom dari Maze Total Protection, mulai dari segi aerodynamic sampai reinforcement-nya, yang pengerjaannya kurang lebih memakan waktu sekitar 2 – 3 bulan,” terang Adit.

Selanjutnya mengamati sektor eksteriornya, warna pada sekujur badan Beetle ini merupakan perpaduan 3 tahap. Warna biru metalik bawaan dari pabrikan terasa tidak memadai untuk konsep street racing. Tahap pertama dilakukan memasang digital printing dengan motif batik, kemudian cutting sticker, dan yang terakhir adalah penggunaan metode airbrush.

Sedangkan untuk konsep street racing yang diusungnya, Adit masih kurang puas dengan kondisi mesin standar. Mensiasati agar performa mesin dapat melonjak, wiraswasta muda ini menambahkan piranti turbocharger OEM dari varian Special Edition New Beetle RSi yang hanya dibuat terbatas sebanyak 250 unit saja di seluruh dunia.

“Turbo yang satu paket lengkap turbocharger ini saya pesan lewat internet melalui situs resmi VW dan harus menunggu kurang lebih selama dua bulan sampai proses shipping selesai dan sampai di Indonesia. Turbo ini hanya tinggal plug and play, tetapi karena menggunakan sistem sensor dan kelistrikan, saat pengaplikasiannya menjadi kesulitan tersendiri, Pasalnya ECU bawaan standar tidak mampu meladeni dongkrakan tenaga yang dihasilkan,” papar Adit yang akhirnya menambahkan ECU OEM dari Beetle RSi juga.

Masuk ke dalam kabin, nuansa balap juga terlihat dengan adanya salah satu faktor penting untuk keselamatan yaitu rollcage 6 titik yang dibuat dengan custom berbahan seamless. Hanya tersisa satu jok tipe bucket seat dari Sparco beserta seatbelt Takata empat titik. Sementara dudukan custom panel – panel instrumen racing seperti engine card dan engine start, panel – panel indikator untuk rpm, panas mesin, aki, dan temperatur oli diletakan di sebelah tuas transmisi.

Sektor kaki – kaki, penggunaan shockbreaker dan per merk aftermarket disematkan dengan berbagai perubahan kastem agar lebih pas disesuaikan dengan dudukan. Pelek ring 15 inci yang bersemayam di keempat rodanya, memiliki lebar lebar 8,5 di bagian depan, dan belakang lebar 10,5. Ternyata pelek dibuat custom, dengan cara menggabungkan delapan buah pelek OEM dari VW yang dibuat menjadi empat pelek. Cukup unik memang, karena proses penggabungan dua buah pelek memang kerap dilakukan untuk mendapatkan lebar besar pada setiap diameter ring pelek.

“Tetapi penggunaan pelek lebar itu hanya untuk bergaya saja, seperti untuk kebutuhan kontes. Adapun untuk keseharian biasanya saya pakai yang ring 18,” tambah Adit yang juga sering menggunakan Beetle miliknya untuk latihan drifting walaupun menganut paham penggerak roda depan.

SPESIFIKASI

Mobil

Volkswagen New Beetle 2.0 2000

Pemilik

R. Aditya Notosuprapto

Mesin

Turbo Electric OEM dan ECU OEM VW New Beetle RSi, open air filter K&N, custom (header, down pipe, exhaust)

Eksterior

Custom Body kit dan Wide Body, muffler remus

Kaki-kaki

Pelek OEM 15” custom, ban Kumho Ecsta 275/60, Strutbar 4 titik (depan), custom suspension Bilstein, spring apexi

Interior

Custom colour’s dashboard, rollcage 6 titik, jok driver bucket seat Sparco, seatbelt 4 titik Takata, custom Tachometer box, 3 Tachometer dan 1 RPM meter Autometer, (engine card on/off, engine start) custom

Audio

HU Pioneer 2 buah speaker Virus, 3 speaker Intersys, 1 subwoofer Calearo Double Coil, 2 twitter Intersys, power amplifier 4 channel Calearo, monoblok Calearo, box custom

LEAVE A REPLY