BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – PT. NGK Busi Indonesia sebagai produsen NGK Spark Plugs mengumumkan kontribusinya sebagai pemasok tunggal dari mobil Low Cost Green Car (LCGC) generasi pertama seperti Daihatsu Alya, Toyota Agya, Suzuki Karimun Wagon R, Datsun GO dan Honda Brio Satya.

General Manager Sales & Marketing PT NGK Busi Indonesia, Agus Tan mengklaim, peranan NGK dalam industri otomotif Indonesia sangat patut diperhitungkan, oleh karena itu NGK merupakan pemasok tunggal pabrikan mobil LCGC generasi pertama di Indonesia untuk semua merk sejak tahun 2013.

“Ini membuktikan karakter dan standar busi NGK memiliki kelas yang mempunyai standar kualitas pabrikan,” jelas Agus Tan, di acara nonton bareng (nobar) Moto GP, di Jakarta, Minggu (26/6).

Menurut Agus, sistem pengapian jadi faktor utama dalam mesin. Jika pengapian baik, maka kendaraan pun akan terjaga dengan baik sehingga performa pasti terjaga serta bertenaga. Oleh karenanya, NGK hadir untuk memenuhi hal tersebut.

Meski kecil, kinerja busi dinilai sangat berat. Busi harus mampu bertahan dalam tegangan tinggi serta perubahan temperatur dari panas ke dingin, sekitar 570 derajat Celcius yang terjadi dalam hitungan mili/detik.

Oleh karenanya, NGK memproduksi berbagai jenis busi diantaranya busi standar (nickel), G Power (Platinum) hingga Iridium Ix (iridium). Kesemuanya itu memiliki kualitas terbaik untuk semua jenis kendaraan.

Busi standar, yaitu busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan diameter elektroda pusat (center electrode 2.5 mm). Usia busi berkisar 5000 – 20.000 km.

Busi Iridium adalah busi dengan ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari iridium alloy. Diameter center electrode 0.6 – 0.8 mm mm, umur busi dapat berkisar 50.000 – 70.000 km.

Kemudian keunggulan dari busi G-Power Platinum adalah titik leleh platinum lebih tinggi dari bahan standar, percikan bunga api juga lebih fokus dan yang paling utama yaitu harganya cukup terjangkau.

Dari beberapa pemain busi di pasar otomotif roda dua dan empat, NGK mampu meraih market share sebanyak 48 persen. “Dengan raihan ini kita terus masih menjadi market leader pasar busi di Indonesia,” pungkasnya. (Alan)

LEAVE A REPLY