BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Komunitas drifting Indonesia, kembali disibukkan dengan perhelatan tahunan IIMS Drift War, Jumat (15/4). Geliat serta keseriusan mereka terlihat lewat performa yang ditunjukkan kepada pengunjung dalam sesi latihan dan kualifikasi hingga malam hari.

Setidaknya sebanyak 49 peserta berhasil menampilkan atraksi masing-masing, dengan raungan knalpot ditambah dengan decitan panjang ban mobil yang tergesek aspal.

Seperti tradisi selama ini, IIMS DriftWar menjadi ajang penantian para drifting nasional yang kali ini datang dari berbagai kota di Indonesia. Mereka dapat saingan dari negeri Jiran Malaysia yang mengirimkan Along Fazrin, Racepod Champion di Malaysia.

“Rivalitas sesama drifter nasional pun sangat seru karena kemampuan mobil dan skill pembalap relatif imbang. Lintasan dibuat berkarakter highspeed. Kita juga terapkan regulasi baru yang menambah bobot kompetisi,” ujar Amroe Wahyudi, Pimpinan Lomba IIMS Drift War IV.

Rencananya, kompetisi tersebut akan berlangsung pada hari Sabtu (16/4), dengan suguhan battle tandem, sesi menegangkan karena dua mobil dilepas bersamaan dan meluncur hanya dengan jarak beberapa sentimeter.

Ketiga kriteria tersebut adalah jalur pengambilan (line), keindahan meliukkan mobilnya termasuk unsur kecepatan (style) serta sudut pengambilan (angle). Masing-masing unsur tersebut akan diganjar porsi objektifitas penilaian 10%, 5% & 10% dari masing-masing juri tersebut.

IIMS Drift war-Drifting

Kompetisi ini dikemas melalui berbagai rintangan di tikungan-tikungan tertentu dan di depan 2 grandstand berbentuk ā€œLā€ buat penonton. Area itu didesain khusus bentuk tikungannya sehingga memacu drifter untuk menekuk maksimal mobilnya dan memaksa ban kerja keras digerus aspal yang memunculkan asap tebal dan suara decitan besar saat terjadi traksi ban dengan lintasan.

Inilah yang disebut Japanese Style di arena drifting karena masing-masing negara punya gaya tersendiri, termasuk Indonesia. Gaya Jepang digunakan tak lain berkat sentuhan 100% teknis juri Jepang pada pembuatan disain layout lintasan. Dengan begitu, bobot kompetisi dan aspek hiburannya sama-sama tinggi.

Bahkan lebih menarik lagi karena 4 orang juri seluruhnya dari luar negeri, karena itu. Unsur subyektivitas penilaian bisa dipertanggungjawabkan. Mereka adalah Ken Nomura (drifter legendaris Jepang), Masashi Yokoi (drifter Jepang yang masuk 4 besar D1-GP Amerika Serikat), Atsushi Taniguchi (saat ini masih drifter papan tas Jepang), dan Wonderbro Sharill (drifter kenamaan Malaysia). (Alan)

LEAVE A REPLY