BAGIKAN

Wadah Aspirasi Kaum Hobbiest

Kreativitas serta Gaya hidup ala Amerika Serikat itu gandrung mulai diikuti generasi muda di Tanah air, akankah berdampak positif atau mungkin sebaliknya?

Sebuah event perdana gagasan Fanfare Indonesia ini bertujuan untuk menampung aspirasi dari seonggok individu serta kolektif yang memiliki imajinasi unik. Bertajuk Indonesia Greaser Party (IGP), event ini seolah telah menjadi pestanya para komunitas dan pecinta greaser dalam menampilkan beragam karya imajinatif.

Beberapa karya yang justru menjadi sorotan pengunjung telah tertuang dalam kreativitas yang dipamerkan, seperti mobil-mobil Hot rod serta modifikasi mobil dan motor. Namun ironisnya, jamuan kegiatan yang bersifat ‘nyeleneh’ serta hiburan yang terkesan ‘garing’ itu pun turut menjadi menu pelengkap. Entah ini merupakan obsesi yang terpendam atau hanya sekadar ikut-ikutan? Beberapa hal ini mesti menjadi tolok ukur para pemuda di Indonesia agar mampu menyalurkan jiwa seninya ke hal yang lebih positif.

Seperti dikatakan Hari Purnomo, salah seorang pengunjung IGP 2015 yang merasa prihatin atas perilaku muda-mudi yang hadir di acara tersebut. Pria asal Bandung itu sengaja datang ke event ini dengan maksud untuk melihat sederetan mobil klasik dan modifikasi yang dipamerkan. Namun, rasa penasarannya seketika berubah menjadi prihatin setelah menyaksikan acara yang berlangsung.

“Jujur, saya heran dengan event ini. Ini pameran mobil klasik, kontes motor atau pameran tattoo?? Sepertinya panitia tidak fokus merancangnya dan terkesan main-main. Okelah kalo mobil-mobil klasik dan modifikasi motor digabung ada sisi positifnya, tapi pola hidup dan gaya urakan ala ‘Amrik’ mestinya jangan ditonjolkan,” tegas Hari, saat ditemui Modifikasi Plus.

Sementara itu CEO Fanfare Indonesia, Dante Irwansyah berkilah, event ini sengaja dibuat untuk menampung aspirasi pemuda serta menjadi tempat berkumpulnya para komunitas, mulai dari otomotif, barbershop, pomade, clothing, Rockabilly, Pin-Up Girl, Tattoo, Piercing serta Mural. Kegiatan tersebut dimunculkan untuk menyemarakkan gelaran yang berlangsung selama dua hari itu, yakni pada 10 – 12 April 2015 lalu, di Plaza Barat Senayan, Jakarta Selatan.

Berdasarkan spirit serta gejolak kawula muda rangka memperkenalkan diri ke khalayak umum, para peserta yang berpartisipasi di acara tersebut tak hanya berdatangan dari wilayah Jakarta saja, bahkan hingga luar Pulau Jawa, seperti Pontianak dan Bali turut hadir dalam pesta itu.

“Sebenarnya event semacam ini sudah banyak digelar. Hanya saja masih bersifat regional atau terbatas di kota masing-masing. Dengan adanya Greaser Party, kami ingin mempersatukan mereka, sehingga bisa dikenal masyarakat lebih luas,” terang Dante Irwansyah.

Hadirnya beberapa mobil klasik bernuansa Hot Rod juga turut dipamerkan. Sedikitnya enam unit mobil lawas yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, modifikasi Hot Rod memang kental dengan mobil-mobil yang diproduksi dari negeri Paman Sam. Maka wajar saja jikalau mobil klasik yang ada di IGP ini didominasi oleh Chevrolet dan Ford.

Salah satunya ialah Chevrolet Deluxe dengan warna bodi berkelir merah. Sedan klasik yang mendebut dimedio 1950 ini, telah dimodifikasi bernuansa Hot Rod oleh LA Custom. Kemudian, ada pula Chevy K-20 berjenis PU, mobil lawas ini tampil dengan kolaborasi kustom Truckin Hot Rod besutan Bandietoz Garage dan Automedic.

Begitu pula dengan AXL Custom yang turut memamerkan hasil karyanya dengan tampilan Dodge Fargo versi Truckin Hot Rod. Beberapa rumah kustom memang ingin memperlihatkan kepada pengunjung Indonesia Greaser Party 2015, bahwa truk klasik ini semakin menarik dengan balutan Hot Rod.

Hadirnya sederetan modifikasi mobil kustom klasik Hot Rod ini, ternyata cukup menjadi daya tarik pengunjung Indonesia Greaser Party 2015. Mereka pun tak segan mengabadikannya sebagai ajang foto. (Alan)

LEAVE A REPLY