BAGIKAN

Sebagai pengembangan teknologi energy bahan bakar alternative, khususnya gas di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) mendonasikan satu unit Honda City CNG (Compressed Natural Gas) kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di kawasan Puspitek BPPT, Serpong, Tangerang, Benten, Senin, 16 Februari 2015 yang akan digunakannya sebagai riset untuk edukasi.

Aktivitas yang berada di bawah program “Honda for Indonesia” ini dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Bpk. Prof. Dr. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Bpk. Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc, President Director PT Honda Prospect Motor, Tomoki Uchida serta Direktur Marketing and After Sales Service PT Honda Prospect Motor, Bpk. Jonfis Fandy.

Dalam sambutannya, Mohammad Nasir mengucapkan terima kasih kepada HPM dan BPPT diharapkan dari hasil riset ini nantinya bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. “Bila hasil riset nanti dapat dilihat apakah teknologi yang digunakan benar-benar ramah lingkungan, teknologi yang kompetitif, ketahanannya kompetitif dan juga harganya yang kompetitif, saya yakin masyarakat akan beralih ke teknologi CNG,” tukas Nasir.

Tetapi ia juga menyayangkan, bila dari hasil penelitian ini nantinya, terdapat salah satu indikator yang tidak kompetitir, dikhawatirkan teknologi ini dijadikan sebagai barang simpanan saja. Walaupun dengan teknologi tinggi, tetapi tidak bisa mencakup semua indikator, pastinya masyarakat akan ragu untuk mengganti dengan teknologi CNG.

Sementara itu, President Director HPM, Tomoki Uchida, mengatakan, Honda City CNG merupakan sebuah terobosan dalam teknologi otomotif yang cocok untuk diterapkan untuk waktu mendatang, dengan kombinasi antara efisiensi bahan bakar serta emisi yang bersahabat dengan lingkungan. “Kami berharap Honda City CNG ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dipelajari, sebagai salah satu kendaraan dengan energi bahan bakar alternatif yang sesuai untuk dapat diterapkan ke depannya,” urai Tomoki.

Honda City CNG pertama kali diperkenalkan di Thailand pada tahun 2012 yang menjadi terobosan baru untuk sebuah mobil jenis sedan subcompact. Honda City CNG menggabungkan dua konsep pengembangan yaitu “New Value of CNG” dan “Exceed Proud Sedan”.

Menggunakan mesin 1.5 liter i-VTEC SOHC empat silinder yang mempunyai dua buah sumber tenaga, yaitu mesin bertenaga bensin (konvensional) dan CNG. Tenaga maksimum yang dapat dihasilkan adalah 120 PS untuk mesin bertenaga bensin, dan 102 PS untuk CNG pada putaran mesin 6.600 rpm dan torsi maksimum sebesar 12.9 kg.m pada putaran mesin 4.800 rpm.

Pengemudi dapat memilih mode berkendara dengan mesin bensin maupun CNG yang terdapat pada Honda City CNG dengan menekan mode switch pada bagian kanan di sebelah setir. Indikator lampu berwarna hijau pada mode switch menandakan kendaraan sedang berada pada mode berkendara CNG.

Honda City CNG mempunyai penambahan perangkat pada mesin berupa tangki gas berkapasitas 42 liter yang terdapat pada bagasi mobil, CNG Switch yang terletak pada bagian kanan di sebelah setir, High-Pressure Piping, ECU tambahan, CNG Injector, Pressure Regulator, serta tambahanlid untuk bahan bakar gas (BBG) yang terletak di atas lid untuk bahan bakar bensin.

Honda City CNG sudah memenuhi standar emisi EURO 4. Honda City CNG menggunakan sistem transmisi 5 AT dilengkapi dengan fitur Grade Logic Control serta fitur Electric Power Steering. Berbagai fitur keselamatan seperti G-CON + ACETM, ABS + EBD, Dual SRS Airbags, serta Seatbelt dengan Pretensioner Load Limiter dan Neck Shock Mitigation System juga terdapat pada Honda City CNG. Honda City CNG saat ini hanya dijual untuk Pasar Thailand.  (Irianto)

LEAVE A REPLY