BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Jakarta – Beragam produk perawatan mesin dan pembersih part kendaraan di Indonesia, tak menyiutkan ‘nyali’ sang owner dalam memasarkan Willbern ke konsumen. Rasa optimis Juergen Gunawan selaku founder Willbern Group terhadap formulasinya, membuat dirinya kian ‘pede’ untuk bersaing dengan kompetitor, baik dari segi kualitas maupun harga.

Tidak hanya fokus di dunia balap, produk ini juga sudah merambah ke pasar industri. Meski keberadaannya baru 2 tahun di market otomotif, namun Willbern sudah diterima di jaringan Asco dealer.

“Hal ini sekaligus membuktikan bahwa produk ini sudah berstandar OEM, karena sudah masuk di Authorized workshop dan Authorized dealer. Sebab mereka kan mengacunya ke OEM,kalau gak masuk kualitas OEM tentunya gak bisa,” urai Juergen.

Selain itu, kata dia, willbern merupakan Own product, dan spesialisasi chemical untuk mesin seperti air coolant, oil additif juga fuel additif. “Saat ini yang sudah kita rilis adalah produk aerosolnya. Sementara untuk oil aditifnya itu akan kita rilis dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Willbern mulai menjajaki pasar dengan disertai branding. Tujuannya untuk meng-create question market atau menampung daya beli masyarakat sebanyak mungkin. Strateginya dengan meluncurkan produk secara perlahan, sehingga pasar akan tumbuh dengan sendirinya.

“Dengan demikian, kita berharap akan ada pertanyaan perihal produk. Jika saatnya tepat, barulah kita masuk, penetrasi pasar dan langsung siap semuanya,” kata dia. Untuk semua produk Willbern yang diperkenalkan, Juergen membandrol dengan kisaran harga Rp. 38.000 sampai Rp. 48.000.

Menurut sang founder, Willbern telah mengalami proses lokal meski penelitiannya dilakukan di Jerman. Sebab Juergen mengklaim bahan-bahan tersebut adalah hasil penemuan sendiri. Bahan bakunya sendiri bersifat nabati, dan tumbuhan tersebut adanya di Indonesia.

Formulasi Willbern Bersifat Nabati dan Aman Digunakan1

“Makanya saat ayah saya melakukan riset di Jerman, belum bisa rampung karena membutuhkan chemical yang mengandung ekstrak tumbuhan yang ada di Indonesia,” kilahnya.

Oleh sebab itu, Juergen tak ingin membodohi masyarakat, dia tak ingin mengatakan jikalau Willbern adalah produk luar meski mencomot nama luar. “Sebenarnya nama Willbern itu dicomot dari nama anak saya, yakni William Bernard. Karena memang foundernya dan formulatornya saya sendiri,” paparnya.

Produk inipun telah ditandai dengan kode branding, dengan harapan konsumen dapat mengerti isi di dalamnya seperti apa. “Kita gak sembarang pasang kode, bahkan kode ini bisa International code dan dapat disearching via internet. Jadi saya jualan gak mau ngebodohin masyarakat, saya ingin mereka mengetahui produk yang dibelinya,” terang Juergen.

Di ajang IIMS 2016, ini Willbern masih fokus pada tahap perkenalan awal. Jika tidak ada hambatan, Willbern juga akan turut berpartisipasi di pameran GIIAS 2016 mendatang. “Jadi tunggu saja gebrakan kita selanjutnya!!,” tutup Juergen. (Alan)

LEAVE A REPLY