BAGIKAN

Modifikasiplus.com, Semarang – Komunitas Ford Ecosport (Forescom) kembali menyempatkan aksi solidaritasnya untuk menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangkaian Jambore tersebut. Kali ini, Forescom melirik lokasi yang laik menerima bantuan, diantaranya SOS Children Village yang berlokasi di Jl. Durian Km.1, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, kemudian desa Sriwulan, kecamatan Sayung, Demak. Tim Forescom membagi para member untuk bisa menyambangi lokasi tersebut.

Seperti dijelaskan Dudi Darmadi, ketua umum Forescom, ada dua tim yang melakukan aksi sosial di Jawa Tengah ini, total donasi yang digulirkan untuk masing-masing desa sebesar Rp 50 juta yang terkumpul dari para member serta sponsor.

“Tim A akan ke tempat SOS Children Village yaitu sebuah Lembaga Sosial yang menampung ‘anak-anak hasil alam’ begitulah mereka disebut. Karena mereka sendiri tidak tahu siapa orang tuanya. Kemudian Tim B menuju desa Sriwulan, Sayung-Demak yaitu desa yang hampir setiap tahunnya digenangi oleh banjir rob,” papar Dudi, Kamis (5/5).

Tim A dari Forescom yang diwakili oleh Dudi Darmadi ini mendapat jatah berkunjung ke SOS Children Village. “Dari member sendiri memberikan donasi yang terkumpul dari para member dan sponsor. Selain itu ada juga dalam bentuk voucher belanja untuk ibu-ibu, kemudian pakaian sekolah dan buku sekolah untuk anak-anak,” imbuhnya.

Sementara tim B yang diwakili oleh Devayana Tarissa mengunjungi desa Sriwulan, Sayung-Demak. Menurut Deva, abrasi yang terjadi di Kecamatan Sayung, Demak hingga saat ini belum ditangani secara optimal, sejumlah kawasan bibir pantai kondisinya sudah tergolong parah, titik lokasi abrasi kondisinya juga sangat memprihatinkan.

“Karena desa tersebut kerap mengalami genangan banjir, oleh karenanya aksi solidaritas yang kami lakukan adalah menanam pohon bakau disana, tujuannya untuk mengurangi rob. Selain itu kami juga memberikan paket sembako berbentuk voucher kepada ibu-ibu, serta 100 bibit pohon bakau,” ujarnya.

Senada dengan Deva, Dany Koesoemah juga menambahkan bahwa juga yang kami sumbangkan kepada desa tersebut adalah penanaman bakau dan sebanyak 20 tempat sampah. “Selain lantaran abrasi, dampak banjir tersebut disebabkan banyaknya sampah yang mengotori perairan tersebut. Oleh karenanya tempat sampah juga berfungsi oleh para penduduk sekitar,” tandas Dany. (Alan)

LEAVE A REPLY