BAGIKAN

Beberapa hari yang lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat tambahan 99 bus transjakarta baru berbahan bakar compressed natural gas (CNG) yang akan beroperasi di koridor dua dan tiga. Suntikan unit sebagai peremajaan ini adalah hasil kerja sama antara operator PT Prima Lestari dan perusahaan bus asal China, Beiqi Foton Motor Co, Ltd (Foton Motor).

“Kerja sama ini berkenaan dengan program pemerintah, yaitu konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas. Tentunya secara bertahap, seperti kita ketahui harga bahan bakar gas jauh lebih murah dibanding minyak. Di samping itu, juga dapat mengurangi tingkat polusi udara,” ujar Kepala Unit Pelayanan TransJakarta, Pargaulan Butar Butar dalam konferensi pers di Jakarta lalu. Dan dengan tambahan ini, semua unit bus transjakarta kini menjadi lebih dari 900 unit, namun, Pargaulan Butarbutar mengingatkan, tidak semua unit ini bisa beroperasi karena sudah tua.

Jumlah bus transjakarta yang beroperasi di luar kondisi maintenance hanya mencapai 500 unit. Pemerintah menginginkan batas umur unit hanya tujuh tahun. Oleh sebab itu, sekarang kerja sama dengan mitra swasta terus dikembangkan. “Jadi sebenarnya unit ini adalah peremajaan, yang tua tahun depan habis, ini masuk jadi mobil baru sebagai gantinya. Bus-bus ini operator yang beli. Kita bayar kalau dia jalan, rupiah per kilometer,” kata Pargaulan.
Sementara itu, pihak Foton juga menjelaskan, Bus Foton yang akan dijadikan sebagai kendaraan andalan Kota Jakarta tersebut adalah seri Foton AUV BJ6180 yang memiliki kualitas premium. “Sedangkan mesin dari produk kendaraan Foton telah disesuaikan dengan keamanan dan dengan cuaca di Indonesia,” ungkap
Liu Guoqiang, Deputy General Manager Foton.

“Kita menggunakan cooling system engine, dimana jika mesinnya panas, bisa didinginkan secara automatis dengan adanya cooling system tersebut. Kami sesuaikan dengan kondisi di Indonesia yang padat penumpangnya. Dan Foton juga menjamin, produk yang digunakannya ini memiliki mutu yang sangat baik sehingga bisa mengangkut penumpang di Jakarta yang sangat padat,” tambah Liu. (irianto)

LEAVE A REPLY