BAGIKAN

Emmanuel Adwitya Amandio terlahir sebagai pembalap muda berbakat, debut prestasinya dimulai dari sprint rally, drift, hingga balap aspal di ISSOM (Indonesia Series Sentul Of Motorsport). Dia juga kerap berlomba di ajang International, pada ajang balap Sentul Super Touring Car Championship 2014 Seri 3 untuk kelas Sentul Super Touring (SST) Divisi 3 tahun lalu sempat digelutinya.

Pada perhelatan ISSOM 2015 yang digelar belum lama ini, Amandio juga tampil sebagai pemenang . Sebagai driver dari Achilles Radial Team pun sukses tampil sempurna pada seri I dengan merebut posisi pertama Super car kelas B2. ISSOM ini merupakan yang kedua bagi Dio, yang tahun lalu berhasil merebut juara 1 kelas Super Touring dan tahun ini, di Seri I ia berhasil menyabet Juara 1 di kelas Super Car.

Dio juga merupakan salah satu drifter termuda kebanggaan Indonesia yang sudah memulai karirnya di dunia drifting Internasional khususnya Jepang dan Amerika. Contohnya saja ketika Ia harus bersaing dengan para drifter D1 GP di Fuji Speedway, Ebisu, dan lain sebaginya. “Saya mulai drfiting di tahun 2009. Kemudian juara 3 besar Asia di 2010. Juara 3 di D1GP kemudian sempat juara 4 FD Japan di 2014,” kisahnya.

Sebagai seorang pembalap, Amandio juga merasa prihatin akan minimnya kondisi sirkuit Sentul. Dio berharap sirkuit ini bisa lebih baik lagi kondisinya, karena tempat ini merupakan suatu wadah berkumpulnya pebalap-pebalap yang bukan saja ada di Indonesia, tapi juga darei mancanegara. “Di Sentul ini adalah wadah dan sebagai satu-satunya tempat munculnya pembalap-pembalap jadi agar dipertahankan,” tuntasnya. (IBD)

LEAVE A REPLY