BAGIKAN

Tepat akhir bulan Maret 2015 mendatang, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB), Noburo Tsuji akan menanggalkan jabatannya yang telah disandangnya sejak 3 tahun lalu. Hal ini disampaikannya dalam acara Media Gathering yang digelar di salah satu Golf Gallery yang berlokasi di Pondok Indah beberapa hari lalu.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan selama tiga tahun masa jabatan saya. Saya akan kembali ke Jepang dan akan merindukan keramahan negeri ini. Dan saya juga berharap agar kerjasama dan hubungan ini antara KTB dengan media akan terus berjalan dan semakin sukses di tahun-tahun mendatang,” ujar Tsuji dalam sambutannya.

Pengganti Tsuji adalah Hisashi Ishimaki, yang sebelumnya menjabat sebagai General Manager Motor Vehicle Asean & South West Asia Dept, Motor Vehicle Business Div Mitsubishi Motors Corporation. Sedangkan Tsuji sendiri akan kembali ke Jepang untuk menjabat sebagai Division COO Motor Vehicle Businees Div MMC yang aktif mulai 1 April 2015.

Dalam acara media gathering tersebut, Mitsubishi Indonesia juga mengumumkan target penjualannya selama tahun 2015 ini yaitu sebesar 95 ribu unit. “Untuk merealisasikan target ini, KTB akan meluncurkan berbagai model baru Mitsubishi di Tanah Air. Satu model yang dianggap sanggup meningkatkan volume penjualan KTB adalah all-new Mitsubishi Strada Triton,” kata Kosei Tamaki, Executive General Manager PT KTB .

Guna mewujudkan penjualan 95.000 unit di tahun ini, KTB juga akan melakukan beberapa strategi salah satunya dengan mengembangkan jaringan penjualan dan purna jual dengan target 76 dealer kendaraan penumpang sampai di penghujung tahun fiskal 2015 (Maret 2016) di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Duljatmono, Operating General Manager of MMC Marketing Division mengakui, pasar otomotif 2014 cukup berat. Hal paling dirasakan KTB di segmen kendaraan penumpang yang mencatat penurunan sebesar 10,1 persen menjadi 23.124 unit. Kendati demikian, Mitsubishi berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di masing-masing kelas. Penurunan penjualan disebabkan kenaikan suku bunga, fluktuasi nilai tukar rupiah dan peningkatan inflasi karena kenaikan harga BBM.

“Pasar di semua segmen menurun karena ekonomi, politik dan lain-lain. Semua tren menurun dan memang tahun lalu sangat berat. Tapi secara volume menurun tapi pangsa pasar kami meningkat dan membaik dari tahun 2013,” tutup pria yang terkenal dengan keramahannya ini. (IBD)

LEAVE A REPLY